Bukalapak (BUKA) Buka-bukaan soal Fokus ke Industri Gaming
Bukalapak (BUKA) baru-baru ini mengungkap strategi bisnisnya yang kian intensif di sektor gaming, dengan menjadikan ekosistem ini sebagai motor penggerak utama pertumbuhan. Langkah ini diumumkan oleh pimpinan perusahaan dalam public expose, menekankan potensi pasar gaming Indonesia yang masif.
Strategi Penguatan Ekosistem Gaming
Bukalapak fokus membangun ekosistem gaming lokal melalui platform Itemku dan Lapak Gaming, yang melayani transaksi B2C, B2B, serta C2C. Victor Lesmana, Direktur & CEO BukaFinancial dan Commerce, menyatakan prioritas utama adalah memperkuat pasar domestik sebelum ekspansi global, didukung kolaborasi dengan pengembang game, komunitas, dan pemerintah. Layanan top-up game dan voucher digital menjadi penyumbang pendapatan terbesar, seiring tren konsumsi konten digital.
Transisi dari Marketplace Fisik
Perusahaan telah menutup layanan jual-beli produk fisik di e-commerce untuk beralih penuh ke produk virtual seperti gaming dan investasi. CEO Bukalapak Willix Halim menegaskan penguatan pada gaming sebagai bagian dari layanan digital terintegrasi, termasuk sinergi dengan Mitra Bukalapak. Strategi ini diharapkan meningkatkan profitabilitas dan daya saing industri game Indonesia di kancah internasional.
Proyeksi 2026: Pertumbuhan Berkelanjutan
Memasuki 2026, BUKA menargetkan peningkatan profitabilitas gaming melalui optimalisasi monetisasi, ekspansi geografis, dan penguatan basis pengguna. Cut Fika dari manajemen menyebut pertumbuhan hingga Q3 2025 sudah solid, ditopang penjualan voucher streaming dan top-up game. Analis memproyeksikan gaming sebagai kontributor utama, meski tantangan biaya operasional tetap ada.

