ByteDance Luncurkan Doubao 2.0, Chatbot AI Terpopuler di China

ByteDance Luncurkan Doubao 2.0, Chatbot AI Terpopuler di China

ByteDance, perusahaan induk TikTok, merilis Doubao 2.0 pada 14 Februari 2026, versi terbaru dari chatbot AI yang mendominasi pasar China dengan lebih dari 100 juta pengguna harian. Pembaruan ini menandai kemajuan signifikan dalam ekosistem AI ByteDance, bersaing ketat setelah gebrakan DeepSeek tahun lalu.

Fitur Unggulan Doubao 2.0

Doubao 2.0 memperkuat kemampuan multimodal, memproses teks, gambar, audio, dan video secara real-time melalui panggilan video interaktif. Pengguna bisa menggunakannya sebagai pemandu museum, tutor berkebun, analis grafik, atau pembuat resep saat belanja—semua didukung model visual reasoning yang terintegrasi dengan pencarian internet terkini.

Aplikasi ini juga mendukung pembuatan konten seperti seni piksel dari foto, spreadsheet, podcast, dan agen AI kustom yang bisa dibagikan publik. Integrasi mulus dengan Douyin (TikTok China) memungkinkan ringkasan video otomatis dan rekomendasi konten, mendorong viralitas di media sosial.

Dominasi Pasar dan Strategi ByteDance

Sejak diluncurkan Agustus 2024, Doubao capai 60 juta pengguna aktif bulanan pada November 2024, mengalahkan Ernie Bot Baidu (13 juta) dan Kimi Moonshot AI (12,8 juta). Kesuksesan datang dari desain user-friendly, harga kompetitif (99,3% di bawah rata-rata industri untuk bisnis), dan algoritma rekomendasi unggul ByteDance.

ByteDance ekspansi ke perangkat seperti kacamata pintar dan mobil (termasuk Tesla), dengan rencana globalisasi ke Asia Tenggara pada 2026. Meski demikian, tantangan profitabilitas tetap ada di tengah persaingan AI China yang ketat.

Dampak bagi Industri AI

Doubao 2.0 menunjukkan ByteDance fokus pada personalisasi suara (dialek lokal hingga tingkat kabupaten) dan kepribadian unik seperti suara default "Taozi". Inovasi ini bisa mengubah alur kerja kreatif, tapi memicu diskusi soal aksesibilitas AI canggih di pasar berkembang seperti Indonesia.

 

Next Post Previous Post