CIC Akhiri Jual Saham BUMI: Harga Bakal Melambung?
Chengdong Investment Corporation (CIC), investor asal China, telah melakukan divestasi bertahap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026, menurunkan kepemilikan dari 5,99% menjadi 4,99%.
Belum ada laporan terbaru per Februari 2026 yang menunjukkan penjualan lebih lanjut, sehingga spekulasi "CIC akhiri jual saham" muncul di kalangan investor. Harga saham BUMI saat ini volatile, dengan level sekitar Rp290-300 pada pertengahan Februari 2026 setelah koreksi dari puncak Rp400-an.
Riwayat Divestasi CIC
CIC mulai menjual saham BUMI secara signifikan sejak Desember 2025, dengan total 3,71 miliar saham dilepas hingga 8 Januari 2026 pada harga rata-rata Rp411 per saham.
Sebelumnya, divestasi dilakukan bertahap dari posisi 10,68% pada akhir 2024 menjadi di bawah 5% pada Januari 2026, bertujuan merealisasikan keuntungan setelah saham naik 194% dalam 3 bulan.
CIC menegaskan tidak berniat mengendalikan BUMI dan melaporkan sesuai POJK No. 4/2024 ke OJK.
Performa Harga Saham BUMI
| (Foto Harga Saham BUMI dari Google Finansial) |
Pada 13 Februari 2026, harga naik 8% ke Rp292, tapi rekomendasi buy on weakness dengan target Rp308-320 dan support Rp290-296.
Target harga konsensus awal Rp300, tapi potensi rebalancing MSCI bisa dorong hingga Rp600-800 jika tren bullish berlanjut.
|
Periode |
Harga Tertinggi (Rp) |
Perubahan (%) |
Katalis Utama [web] |
|
2025 YTD |
418 |
+215 |
Restrukturisasi utang |
|
Jan 2026 |
461 |
+194 (3 bln) |
Profit taking CIC |
|
Feb 2026 (13/2) |
292 |
+23,7 (5 hari) |
Rilis obligasi |
Dampak Potensial Berhenti Divestasi
Jika CIC benar-benar hentikan penjualan, tekanan jual berkurang bisa stabilkan harga dan picu kenaikan, mirip efek profit taking sebelumnya yang justru dorong bullish.
Analis seperti BRIDS tetap bullish dengan support Rp354-362 pasca-divestasi awal, meski volatilitas tinggi karena sektor batu bara.
Investor lain seperti raksasa domestik justru akumulasi saat koreksi, sinyal potensi rebound ke Rp500 optimistis jika likuiditas free float naik.
Prospek dan Risiko
Prediksi harga melambung bergantung fundamental BUMI seperti produksi KPC dan harga batubara global, dengan target Rp330-344 jika struktur pemegang saham stabil.
Risiko termasuk volatilitas tinggi dan aksi jual asing, disarankan buy on weakness dengan cutloss ketat.
Investor disarankan pantau laporan OJK terbaru untuk konfirmasi CIC.

