Dari Suspensi Panjang ke Rally Harga: Profil Saham PPRO yang Wajib Diketahui Investor
Profil Perusahaan
PT PP Properti Tbk adalah anak usaha PT PP (Persero) Tbk yang berfokus pada pengembangan properti residensial, komersial, dan hospitality sejak 1991. Perusahaan memiliki 15 proyek sedang dikerjakan, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,3-1,4 T IDR dan 387 karyawan per akhir 2025. Harga tertinggi historis mencapai 372 IDR pada 2016, sementara terendah 7 IDR pada Juni 2024.
Riwayat Suspensi
BEI menghentikan perdagangan PPRO sejak 15 Oktober 2024 karena penundaan pembayaran pokok dan bunga MTN XV tahun 2022, diperpanjang hingga Juli 2025. Suspensi berlangsung 16 bulan akibat masalah likuiditas dan utang obligasi Rp4,33 miliar. Pencabutan suspensi efektif 23 Februari 2026 setelah perubahan skema penyelesaian utang pada 17 Februari.
Performa Keuangan
Tahun 2024 catat rugi bersih Rp1,09 T dengan pendapatan Rp458,51 M, equity Rp2,2 T, dan book value per saham sekitar Rp118 berdasarkan equity Rp11,7 T baru-baru ini. Q1 2025 tunjukkan net profit Rp142 M, kontras dengan Q4 2024 rugi Rp1 T; rugi Q3 2025 turun 94,86%. Market cap undervalued dibanding equity, dengan EPS TTM -9 IDR dan beta 2,85 menandakan volatilitas tinggi.
|
Metrik Keuangan |
Nilai (Terbaru) |
|
Market Cap |
Rp1,3-1,4 T |
|
Book Value/Saham |
~Rp118 |
|
Pendapatan FY |
Rp458,51 M |
|
Equity |
Rp11,7 T |
Rally Harga Terkini
| (Foto Saham PPRO dari Google Finansial) |

