Dian Swastatika (DSSA) Mau Stock Split 1:25, Prospek Menjanjikan?
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas di sektor energi dan infrastruktur, berencana stock split rasio 1:25 untuk tingkatkan likuiditas saham. Rencana ini diumumkan akhir Januari 2026, dengan RUPSLB dijadwalkan 11 Maret 2026. Prospeknya menjanjikan karena riwayat stock split sebelumnya sukses dorong kenaikan harga signifikan.
Rencana Stock Split
DSSA akan memecah nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp1 per saham, sehingga jumlah saham beredar melonjak dari 7,7 miliar menjadi 192,63 miliar lembar. Harga saham saat ini Rp94.325 per lembar diprediksi turun jadi sekitar Rp3.773 pasca-split, lebih terjangkau buat investor ritel. Tujuannya perbaiki volume perdagangan yang rendah akibat harga tinggi.
Jadwal Lengkap
RUPSLB: 11 Maret 2026.
Perdagangan saham baru: Target 7 April 2026.
Persetujuan prinsip BEI sudah didapat sejak 20 Januari 2026, tanpa ubah hak pemegang saham.
Kinerja dan Prospek Bisnis
| (Foto Saham DSSA dari Google Finansial) |
Dampak bagi Investor
Stock split tak ciptakan nilai baru, tapi tingkatkan aksesibilitas dan potensi rally harga historis. Investor ritel bisa beli lebih murah per lot, dorong volume naik seperti kasus sebelumnya. Namun, pantau sentimen pasar dan kinerja fundamental, karena split kedua ini pasca-DSSA sudah matang. Secara keseluruhan, prospek menjanjikan buat yang incar momentum jangka menengah.

