Dolar AS Siap Menguat Lagi, Investor Emas Ramai Ambil Untung
Dolar AS memang menunjukkan tanda-tanda penguatan baru-baru ini, mendorong investor emas untuk mengambil untung secara massal setelah lonjakan harga signifikan di Januari 2026. Hal ini mencerminkan korelasi terbalik klasik antara keduanya, di mana dolar kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Faktor Penguat Dolar AS
Penguatan dolar didorong oleh langkah Presiden Trump yang mencalonkan Kevin Warsh ke The Fed, memicu penilaian ulang prospek suku bunga serta kenaikan imbal hasil obligasi AS. Data ekonomi positif seperti NFP di atas 200k dan CPI inflasi yang dirilis 11 Februari berpotensi memperkuat tren ini, menunda pemangkasan suku bunga Fed.
Dampak pada Harga Emas
Emas terkoreksi tajam dari rekor di atas $5.400, turun hingga 9% dalam likuidasi paksa, meski tetap naik 18% bulanan sejak 1980 berkat safe-haven demand. Investor ramai ambil untung karena overbought signal, dengan prediksi turun ke $4.200 jika data AS solid, walau Goldman Sachs tetap optimis hingga $5.400 akhir 2026.
Prospek ke Depan
Pantau CPI 11 Februari 2026 dan kesepakatan bipartisan Trump untuk hindari shutdown pemerintah, yang bisa lanjutkan tekanan pada emas. Emas tetap atraktif jangka panjang untuk diversifikasi di tengah geopolitik, tapi volatilitas tinggi saat ini menguntungkan trader oportunis.

