Harga Bitcoin Masih Tertekan Tarif Presiden Trump, Mampukah Bangkit Kembali?

Harga Bitcoin Masih Tertekan Tarif Presiden Trump, Mampukah Bangkit Kembali?

Harga Bitcoin saat ini mengalami tekanan akibat kebijakan tarif impor global Presiden Trump, tapi menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan reli ke kisaran US$68.000–US$69.000 per 26 Februari 2026.

Harga Terkini

Harga Bitcoin Masih Tertekan Tarif Presiden Trump, Mampukah Bangkit Kembali?
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Pada 26 Februari 2026, harga Bitcoin berada di sekitar US$68.514–US$69.000, naik hingga 6,81%–9,3% dalam 24 jam terakhir setelah reli tajam pagi hari.

Nilai dalam rupiah setara sekitar Rp1,15–1,17 miliar per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,37 triliun.

Volatilitas tetap tinggi, dengan support kunci di US$65.000–US$60.000.

Dampak Tarif Trump

Kebijakan tarif Trump naik hingga 15% (dan sebelumnya 100% ke China) memicu penurunan Bitcoin hingga 5% di bawah US$65.000 pada 22–23 Februari, menghapus 25% keuntungan sejak awal 2026.

Tarif ini menimbulkan ketidakpastian global, memengaruhi sentimen risiko dan nilai tukar dolar AS, yang berdampak tidak langsung pada kripto.

ETF Bitcoin AS alami outflow US$3,8 miliar selama lima minggu berturut-turut akibat kekhawatiran ini.

Prospek Pemulihan

Bitcoin mampu rebound moderat berkat minat beli kembali, dengan resistensi kuat di US$70.000–US$72.000 sebagai ujian tren naik.

Analis optimistis pola historis bisa dorong harga ke US$122.000 jangka panjang jika sentimen membaik, meski risiko penurunan ke US$62.000–US$64.000 masih ada.

Penangguhan tarif sementara (seperti 90 hari di masa lalu) atau klarifikasi kebijakan bisa percepat pulih, tapi pasar tetap rentan geopolitik.

Next Post Previous Post