Harga Emas Dunia Jumat, 20 Februari 2026: Menguat Tipis ke US$5.000 per Troy Ons

 

Harga Emas Dunia Jumat, 20 Februari 2026: Menguat Tipis ke US$5.000 per Troy Ons

Harga emas dunia pada Jumat, 20 Februari 2026, menunjukkan penguatan tipis mendekati level US$5.000 per troy ons, sejalan dengan tren kenaikan baru-baru ini. Penguatan ini dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter AS dan ketegangan geopolitik. Berikut analisis lengkapnya.

Harga Terkini

Harga Emas Dunia Jumat, 20 Februari 2026: Menguat Tipis ke US$5.000 per Troy Ons
(Foto Harga Emas Dunia dari TradingView)

Harga emas spot (XAU/USD) tercatat menguat tipis ke sekitar US$5.002 per troy ons pada pembukaan sesi Jumat ini, naik 0,46% atau US$22,9 dari penutupan sebelumnya. 

Pada Kamis (19/2), harga sempat menyentuh US$5.001,92, naik 0,51% dari hari sebelumnya, dengan tren bulanan positif 5,01%. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam buyback naik Rp31.000 menjadi Rp2.725.000 per gram, mencerminkan pengaruh harga global.

Perkembangan Harga Terkini

Tanggal

Harga (US$/troy ons)

Perubahan (%)

19 Feb 2026

4.996,34

+0,41%

18 Feb 2026

5.000,00

-

17 Feb 2026

4.854,37

-

16 Feb 2026

5.000,00

-

15 Feb 2026

5.050,51

-


Tren menunjukkan fluktuasi di kisaran US$4.900–5.100 sepanjang Februari, dengan puncak bulanan sebelumnya di atas US$5.000. Secara tahunan, emas naik 70,06% dibanding periode sama 2025, didorong ketidakpastian ekonomi global.

Faktor Penggerak

Kenaikan tipis ini didorong oleh menit rapat FOMC Januari yang menunjukkan perpecahan pejabat Fed soal pemangkasan suku bunga, dengan sebagian mendukung jeda sementara inflasi membaik. 

Investor mengantisipasi data PCE inflasi dan GDP AS minggu ini, yang bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan. Selain itu, risiko geopolitik Iran dan libur Imlek China yang menekan likuiditas sementara mendukung peran emas sebagai safe haven.

Prospek dan Outlook

Analis memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$5.094 akhir kuartal ini, dengan proyeksi 12 bulan di US$5.460, didukung permintaan investasi dan ketegangan global. Namun, penguatan dolar AS dan sentimen risiko saham bisa membatasi kenaikan lebih lanjut. Investor disarankan pantau data ekonomi AS dan berita Timur Tengah untuk peluang trading.
Next Post Previous Post