IHSG Ditutup Melemah ke 8.265 pada Kamis 12 Februari 2026, Efek Sentimen Global dan Prospek Domestik

 

IHSG Ditutup Melemah ke 8.265 pada Kamis 12 Februari 2026, Efek Sentimen Global dan Prospek Domestik
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG mengalami pelemahan tipis di akhir perdagangan Kamis (12/2/2026), tertutup pada level 8.265,35 setelah terkoreksi 25,61 poin atau 0,31%. Pergerakan ini menghentikan tren reli selama tiga hari sebelumnya, dipengaruhi kombinasi sentimen global dan dinamika domestik.

Performa Pasar Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sepanjang hari, dibuka di kisaran 8.290 hingga sempat menyentuh level tertinggi 8.334 sebelum melemah ke 8.220. Sebanyak 294 saham naik, 384 saham turun, dan 144 saham stagnan, dengan volume transaksi mencapai 39-43 miliar lembar saham senilai Rp23,5-23,83 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp15.003 triliun, menunjukkan dominasi tekanan jual.

Top Gainers dan Losers LQ45

Di kelompok LQ45, saham-saham seperti BRPT, MAPI, dan HEAL menjadi top losers yang berkontribusi pada pelemahan indeks. Sementara itu, saham SOTS dan HILL juga memimpin penurunan di sesi perdagangan. Sebaliknya, sektor barang baku naik 1,46%, diikuti properti (0,95%) dan transportasi (0,44%), menjadi penopang utama.

Efek Sentimen Global

Pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen global yang terkoreksi, mirip pola sebelumnya di mana pasar domestik terpengaruh volatilitas internasional. Investor cenderung melakukan profit taking setelah reli singkat, diperparah ketidakpastian ekonomi dunia seperti inflasi dan kebijakan moneter AS. Analis mencatat pasar kini lebih sensitif terhadap faktor eksternal daripada data domestik positif.

Prospek Domestik ke Depan

Di sisi domestik, prospek tetap menarik dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% yang berpotensi mendukung reli jangka panjang. Namun, sektor kesehatan (-1,25%), barang konsumen siklikal (-0,92%), dan non-siklikal (-0,60%) menunjukkan tekanan kuat, sementara sektor energi dan komoditas masih rentan. Investor disarankan pantau kebijakan fiskal pemerintah dan arus modal asing untuk peluang rebound minggu depan.

Next Post Previous Post