IHSG Ditutup Menguat dan Hijau ke Level 8.322, Rabu 25 Februari 2026

 

IHSG Ditutup Menguat dan Hijau ke Level 8.322, Rabu 25 Februari 2026
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG  ditutup menguat ke level 8.322,23 pada Rabu, 25 Februari 2026, mencatat kenaikan 0,50% atau 41,40 poin dari penutupan sebelumnya di 8.280,83. Penguatan ini terjadi setelah indeks dibuka di 8.318,15, menunjukkan rebound kuat sepanjang sesi perdagangan meskipun volatilitas sempat tinggi di awal hari.

Mayoritas saham berwarna hijau, dengan 357 saham naik versus 348 turun, didukung volume transaksi Rp28,1 triliun dari 49,2 miliar lembar saham.

Performa Sektor Lengkap

Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan terbesar 2,73% ke 990,46, diikuti sektor siklikal consumer 2,32% ke 1.222,95.

Sektor industri naik 1,51% ke 1.098,23.

Sektor keuangan dan properti masing-masing naik 0,88% dan 0,72%.

Indeks LQ45 menguat 0,65% ke 843,07, sementara KOMPAS100 naik 0,49% ke 1.169,35.

Penguatan sektor ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik pasca-libur panjang.

Saham Pencetak Top Gain

Saham BBRI menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 2,58% atau 100 poin ke Rp3.970 per saham, berkontribusi 9,43 poin ke indeks.

BBCA naik 1,02% ke Rp8.975, sumbang poin signifikan.

INKP, BUVA, dan ASII juga hijau, mendorong sektor industri dan konsumer.

Sektor konsumer non-primer serta energi juga berkontribusi positif, meski 10 saham lain seperti di kelompok tambang ambles hingga nyaris 4%.

Faktor Penggerak Utama

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif pasar Asia-Pasifik yang mayoritas hijau, dipicu reli saham teknologi di Wall Street serta berita kemitraan AI antara AMD dan Meta.

Secara domestik, ekspektasi kebijakan moneter longgar BI dan inflow asing Rp2,5 triliun mendukung momentum.

Prediksi pra-pasar menargetkan range 8.440-8.503, dengan level support 8.170 dan resistance 8.408; hari ini tertembus resistance bawah.

Outlook Besok

Analis memproyeksikan IHSG berpotensi test 8.400 jika sentimen global tetap positif, tapi waspadai data inflasi AS dan gejolak rupiah di kisaran Rp16.200/USD.

Rekomendasi saham: Akumulasi BBRI, BBCA, ASII di sektor blue chip; pantau saham kesehatan seperti HEAL untuk momentum lanjutan.

Next Post Previous Post