IHSG Terus Menguat Siang Ini, Sentuh 8.265 di 11 Februari 2026
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penguatan IHSG siang hari
IHSG sebelumnya ditutup solid di level sekitar 8.131 pada perdagangan Selasa (10/2/2026), kenaikan sekitar 1,24% yang menutup area gap sebelumnya di 8.025–8.102. Kini pada Rabu siang, minat beli relatif konsisten sehingga indeks mampu bergerak mendekati, dan sempat menyentuh area resisten psikologis di kisaran 8.265, menandakan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik mulai pulih.
Sumber dorongan penguatan
Penguatan IHSG didukung tren kenaikan indeks bursa global, penguatan rupiah terhadap dolar AS, serta ekspektasi mengenai reformasi regulasi pasar modal Indonesia yang diyakini tidak lagi menjadi faktor utama tekanan.
Beberapa analis juga melihat bahwa kenaikan ini mencerminkan transisi IHSG dari sekadar technical rebound menjadi pembentukan tren yang lebih berkelanjutan, terutama jika indeks mampu bertahan di atas level 8.100–8.130 sebagai support jangka pendek.
Level teknikal dan proyeksi
Beberapa riset sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguji area resistance 8.200–8.215–8.264 terlebih dahulu sebelum menuju resisten yang lebih kuat di kisaran 8.300–8.440 jika minat beli masih terjaga. Di sisi lain, ketahanan area 8.000 sebagai support psikologis masih menjadi penanda kunci; selama IHSG bertahan di atasnya, struktur teknikal pasar dinilai masih cukup sehat untuk penguatan lanjutan.
Sektor dan sentimen investor
Pada sesi siang ini, sebagian besar sektor saham mencatatkan kenaikan, dengan sektor siklikal dan beberapa saham teknologi komunikasi mencuri perhatian sebagai motor utama penguatan.
Analis pasar menilai bahwa kenaikan IHSG hari ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak lagi hanya menanggapi isu penundaan review indeks oleh FTSE Russell, melainkan juga mempertimbangkan kondisi ekonomi makro, harga komoditas, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

