Kinerja 2025 Positif, BCA Digital Perkuat Strategi Berkelanjutan
BCA Digital mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih Rp213,4 miliar, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih dari 22% menjadi Rp14,3 triliun, serta penyaluran kredit Rp8,6 triliun. Perusahaan ini, bagian dari Grup BCA, memaparkan capaian tersebut di BCA Expo sambil memperkuat strategi berkelanjutan melalui inovasi digital dan program CSI untuk dampak sosial.
Ringkasan Kinerja Keuangan 2025
BCA Digital mencapai pendapatan operasional Rp1,5 triliun dengan total nasabah sekitar 3 juta pada 2025. Aplikasi blu-nya memproses 214,7 juta transaksi senilai Rp279,8 triliun, menunjukkan adopsi digital yang kuat di kalangan pengguna muda Indonesia.
Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif dari semester I-2025, di mana laba bersih melonjak 114,4% menjadi Rp84,62 miliar berkat peningkatan pendapatan bunga bersih 45% dan efisiensi operasional (BOPO turun ke 88,29%).
Strategi Berkelanjutan 2026
Memasuki 2026, BCA Digital fokus pada sustainable growth dengan perluasan ekosistem mitra dan pemanfaatan AI untuk layanan perbankan personalisasi. Strategi ini mencakup inovasi produk seperti kredit digital cepat dan program literasi keuangan, sejalan dengan target pertumbuhan DPK dan kredit yang solid.
Sebagai bank digital branchless, BCA Digital memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, dengan NIM membaik dan NPL rendah (0,95% gross pada semester I).
Perbandingan Kinerja Tahunan
|
Metrik |
2024 |
2025 (Full Year) |
Pertumbuhan |
|
Laba Bersih |
Rp107,97 miliar |
Rp213,4 miliar |
+98% |
|
DPK |
~Rp11,7T (est.) |
Rp14,3 triliun |
+22% |
|
Kredit Disalurkan |
~Rp7,2T (est.) |
Rp8,6 triliun |
+19% |
|
Transaksi blu |
- |
214,7 juta (Rp279,8T) |
- |

