Kinerja BPI Danantara: Presiden Prabowo Naikkan Target ROA jadi 7%
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mencapai Return on Assets (ROA) sebesar 7% pada 2026. Target ini disampaikan menyusul kinerja awal Danantara yang menunjukkan peningkatan signifikan, empat kali lipat dibandingkan 2024, dengan aset mencapai US$900 miliar yang diproyeksikan menghasilkan keuntungan Rp106 triliun.
Latar Belakang Target
Prabowo menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan Danantara yang baru beroperasi efektif sekitar lima bulan, namun menuntut peningkatan lebih lanjut melalui ROA 7%. CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, merespons dengan strategi fokus pada investasi hilirisasi dan sektor berpotensi imbal hasil tinggi.
Strategi Pencapaian
Danantara berencana memperketat seleksi proyek, mengarahkan dana ke hilirisasi strategis seperti refinery dan proyek kelapa senilai US$500 juta, serta restrukturisasi BUMN untuk efisiensi. Pada 2025, pendapatan usaha BUMN naik 12,42% menjadi Rp402,56 triliun meski laba bersih sedikit turun ke Rp25,13 triliun.
Implikasi Ekonomi
Target ini mendukung pertumbuhan investasi nasional, dengan realisasi 2025 mencapai Rp1.937 triliun dan penyerapan 2,7 juta tenaga kerja, sejalan dengan proyeksi ekonomi pro-growth 2026. Pimpinan BUMN menilai strategi spesifik diperlukan untuk memenuhi tuntutan presiden.

