Konsumsi Naik, Ekspor Kopi Gayo & Mandailing ke Rusia Jadi Peluang Emas

Konsumsi Naik, Ekspor Kopi Gayo & Mandailing ke Rusia Jadi Peluang Emas
Kenaikan konsumsi kopi di Rusia membuka peluang besar bagi ekspor kopi Gayo dari Aceh dan kopi Mandailing dari Sumatera Utara. Pernyataan ini disampaikan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet), Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, saat menerima delegasi Rusia-Indonesia di Jakarta pada 12 Februari 2026.

Tren Konsumsi Kopi Rusia

Rusia memiliki populasi lebih dari 140 juta jiwa dengan permintaan kopi yang terus meningkat, khususnya di kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg. Data ekspor kopi Indonesia tahun 2025 mencapai lebih dari USD 1 miliar, di mana Rusia termasuk pasar dengan pertumbuhan tercepat di luar AS dan UE. Konsumsi kopi per kapita di Rusia telah naik signifikan dalam dua tahun terakhir, mencapai sekitar 1,7 kg per orang per tahun, didorong oleh perubahan gaya hidup urban.

Keunggulan Kopi Gayo dan Mandailing

Kopi Gayo dikenal dengan aroma kuat, keasaman rendah, dan body tebal, sementara kopi Mandailing punya karakter aroma tanah serta herbal yang khas. Kedua varietas ini sering meraih harga premium di lelang internasional, hingga 2-3 kali lipat harga kopi komoditas biasa. Reputasi global ini membuatnya cocok untuk pasar premium Rusia yang sedang berkembang pesat.

Peluang dan Strategi Ekspor

Pergeseran peta perdagangan dunia akibat dinamika geopolitik mendorong Rusia diversifikasi impor dari Asia, termasuk Indonesia. Perundingan dengan Eurasian Economic Union berpotensi memberikan tarif lebih kompetitif bagi produk Indonesia. Tantangan utama adalah menjaga pasokan konsisten, standar mutu, dan branding melalui diplomasi ekonomi, misi dagang, serta pameran di Rusia.

Dorongan Pemerintah dan Pelaku Usaha

Bamsoet menekankan peran pemerintah serta asosiasi eksportir dalam mendampingi petani dan UMKM untuk memenuhi standar Rusia. Delegasi yang hadir termasuk Tatiana Diouba dan Dmitri Situmeang, menandakan komitmen kerja sama bilateral. Momentum ini harus dimanfaatkan agar tidak kalah saing dengan Vietnam atau Brasil.

Next Post Previous Post