Laba Bank Mega Melonjak 28% pada 2025, Ditopang Fee Based Income

Laba Bank Mega Melonjak 28% pada 2025, Ditopang Fee Based Income

Bank Mega Cetak Laba Rp 3,36 Triliun, Naik 28%!Bank Mega berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang mengesankan sebesar 28% pada tahun 2025, mencapai Rp3,36 triliun setelah pajak. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pendapatan berbasis fee (fee based income) yang melonjak drastis hingga 54%, menunjukkan diversifikasi pendapatan non-bunga yang semakin kuat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Baca Juga: Tabel Angsuran KUR Bank Mega Syariah, Panduan Lengkap Pinjaman UMKM

Kinerja Laba Secara Mendalam

Secara spesifik, laba setelah pajak (PAT) tahun 2025 sebesar Rp3,36 triliun, naik signifikan dari Rp2,63 triliun pada 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak (PBT) tumbuh menjadi Rp4,16 triliun dari Rp3,26 triliun tahun sebelumnya, mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola risiko dan memaksimalkan efisiensi operasional. Corporate Secretary Christiana M. Danamik menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan strategi bisnis yang tepat, patut disyukuri di tengah fluktuasi pasar keuangan global dan domestik.

Penggerak Utama: Fee Based Income

Fee based income menjadi bintang utama dengan pertumbuhan mencapai Rp2,79 triliun, naik tajam dari Rp1,82 triliun pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh ekspansi layanan wealth management, transaksi digital, dan produk investasi yang semakin diminati nasabah kelas menengah atas di Indonesia. Selain itu, disiplin pengendalian biaya operasional (BOPO) turut berkontribusi, meskipun ada tekanan dari biaya pendanaan yang lebih tinggi.

Perkembangan Neraca dan Kredit

Posisi neraca Bank Mega semakin kokoh dengan total aset yang naik 4% menjadi Rp140,83 triliun per akhir 2025. Penyaluran kredit tumbuh moderat sebesar 4% ke Rp67,23 triliun, fokus pada segmen korporasi dan konsumer berkualitas tinggi, sementara dana pihak ketiga (DPK) melonjak 14% menjadi Rp104,13 triliun berkat peningkatan simpanan giro dan tabungan. Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross rendah di 1,65%, menandakan manajemen risiko yang solid.

Rasio Keuangan Kunci

Berikut adalah ringkasan lengkap rasio keuangan Bank Mega per akhir 2025, yang semuanya berada di atas standar industri: 

Rasio

Nilai 2025

Nilai 2024 (Perkiraan)

Keterangan

CAR (Capital Adequacy Ratio)

30,49%

~28%

Sangat kuat, jauh di atas BPI minimum 12%

ROA (Return on Assets)

3,10%

2,5%

Efisiensi aset meningkat

ROE (Return on Equity)

15,54%

13%

Imbal hasil ekuitas kompetitif

LDR (Loan to Deposit Ratio)

64,48%

65%

Likuiditas sehat

NPL Gross

1,65%

1,8%

Penurunan risiko kredit

NIM (Net Interest Margin)

4,18%

4,0%

Stabil meski suku bunga fluktuatif

BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)

69,12%

72%

Efisiensi biaya membaik

Prospek ke Depan

Dengan pondasi yang kuat ini, Bank Mega optimis menghadapi 2026 dengan fokus pada transformasi digital, pengembangan wealth management, dan ekspansi segmen ritel premium. 

Meskipun ada risiko seperti perlambatan ekonomi global dan regulasi OJK yang lebih ketat, pertumbuhan fee based income diharapkan terus menjadi penyangga utama. Bagi investor, saham MEGA (Bank Mega) berpotensi menarik karena valuasi yang wajar dan dividen yield yang konsisten.

Next Post Previous Post