Laba Bersih Indosat Tumbuh Dobel Digit, Pendapatan Tembus Rp 56,5 Triliun

Laba Bersih Indosat Tumbuh Dobel Digit, Pendapatan Tembus Rp 56,5 Triliun
Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih secara double digit sepanjang 2025, dengan angka mencapai Rp5,51 triliun, naik 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tembus Rp56,51 triliun, menunjukkan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar telekomunikasi Indonesia yang kompetitif. Capaian ini menjadi sorotan positif bagi investor, mengingat kontribusi kuat dari segmen selular dan inovasi teknologi seperti 5G.

Ringkasan Keuangan Tahunan 2025

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh dari Rp4,91 triliun di 2024 menjadi Rp5,51 triliun, didukung oleh peningkatan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Pendapatan total naik 1,1% year-on-year (yoy) menjadi Rp56,51 triliun, di mana segmen selular mendominasi dengan Rp47,36 triliun atau 83,8% dari total pendapatan.

EBITDA mencapai Rp26,59 triliun, tumbuh 0,8% yoy dengan margin EBITDA stabil di 47,1%, mencerminkan pengendalian biaya yang efektif.

Metrik Keuangan

2025 (Rp Triliun)

2024 (Rp Triliun)

Pertumbuhan (%)

Pendapatan Total

56,51

55,92

+1,1

EBITDA

26,59

26,38

+0,8 ​

Laba Bersih

5,51

4,91

+12,2

Segmen Selular

47,36

-

83,8% total


Performa Kuartal IV-2025

Di kuartal terakhir 2025, pendapatan mencapai Rp15,36 triliun, melonjak 9,3% quarter-on-quarter (qoq) berkat akselerasi musiman dan peningkatan penggunaan data.

Laba bersih kuartal IV menunjukkan pertumbuhan signifikan secara kuartalan, yang berkontribusi besar terhadap kinerja tahunan.

ARPU (Average Revenue Per User) selular naik menjadi Rp44 ribu, didorong oleh strategi personalisasi berbasis AI dan perluasan cakupan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia.

Penggerak Utama Pertumbuhan

Efisiensi operasional menjadi kunci, dengan penurunan beban karyawan, pemasaran, dan depresiasi yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan operasional lain ikut naik, sementara segmen selular tetap menjadi pilar utama meskipun kontribusi dari layanan telekomunikasi non-selular sedikit menurun.

Ekspansi infrastruktur 5G dan peningkatan ARPU berkat paket data premium menjadi faktor pendukung utama, sebagaimana disampaikan President Director Vikram Sinha yang menyebut ini sebagai fondasi berkelanjutan untuk 2026.

Implikasi bagi Investor dan Pasar

Pertumbuhan double digit ini memperkuat posisi ISAT di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan potensi dividen lebih menarik bagi pemegang saham.

Strategi fokus pada digitalisasi dan 5G diproyeksikan terus mendorong momentum di 2026, terutama dengan permintaan data yang terus meningkat di Indonesia.

Bagi pelaku pasar seperti Anda yang aktif memantau saham dan investasi, kinerja ini menandakan ISAT sebagai pilihan stabil di sektor telekomunikasi.

Next Post Previous Post