Lonjakan Investasi Rp1.682 T, Pemerintah Percepat Transisi Energi Hijau

 

Lonjakan Investasi Rp1.682 T, Pemerintah Percepat Transisi Energi Hijau

Pemerintah Indonesia menargetkan investasi Rp1.682 triliun untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam 10 tahun ke depan guna mempercepat transisi energi hijau. Strategi ini bagian dari komitmen Net Zero Emission 2060, dengan tambahan kapasitas listrik 42,6 GW dari total 69,5 GW di RUPTL PLN 2025-2034.

Target Investasi

Kementerian ESDM, melalui Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi, memproyeksikan investasi EBT mencapai Rp1.682 T untuk mendorong bauran energi bersih hingga 16% secara nasional. Investasi awal tahun lalu sudah tembus Rp24 triliun (US$1,5 miliar), didukung Permen ESDM No. 10/2025 yang identifikasi potensi SDA.

Kebijakan Pendukung

RUPTL 2025-2034 prioritaskan EBT sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan insentif investasi dari DPR dan lembaga seperti IIF. Strategi 2026 tekankan hilirisasi dan EBT ramah lingkungan untuk ciptakan green jobs hingga 836.696 lowongan.

Dampak Ekonomi

Investasi hijau ini tidak hanya kurangi ketergantungan fosil, tapi juga tarik investor asing melalui instrumen finansial seperti green bond. Proyek EBT potensial ciptakan nilai ekonomi dari SDA, dengan tawarannya capai 200 dari Danantara.

Next Post Previous Post