Menguat Lagi? Harga Emas Global Sabtu, 7 Februari dan Dampak Dolar Kuat
Harga emas global tampak menunjukkan potensi penguatan lagi pada Sabtu pagi, 7 Februari 2026, meski masih dipengaruhi fluktuasi dolar AS yang kuat. Hubungan terbalik antara keduanya sering menekan emas saat indeks dolar naik, tapi tren safe-haven dan faktor geopolitik bisa mendorong reli.
Harga Terkini
| (Foto Harga Emas Dunia dari TradingView) |
Penguatan ini didorong dedolarisasi BRICS dan ketegangan global, meski volatilitas tinggi akibat ambil untung investor. Untuk update Sabtu pagi WIB, pasar spot cenderung stabil atau naik tipis di atas US$4.900, tergantung data terkini.
Dampak Dolar Kuat
Dolar AS yang menguat biasanya menekan harga emas karena emas dihargai dalam USD, membuatnya mahal bagi pembeli asing dan kurangi permintaan global. Korelasi negatif ini terlihat jelas: kenaikan 1% indeks DXY bisa tekan emas hingga 1,13%. Baru-baru ini, dolar stabil di 97–99 memicu rebound emas, tapi kekuatannya (seperti pasca-data tenaga kerja AS lemah) tetap jadi hambatan utama.
Faktor Pendukung Lain
Ketegangan geopolitik dan safe-haven demand dorong emas tembus level psikologis baru.
Prediksi JP Morgan: US$6.300 akhir 2026, didukung pelemahan dolar jangka panjang.
Kebijakan Fed (potensi potong bunga) dan permintaan bank sentral tambah momentum naik.
Investor di Indonesia seperti Anda bisa pantau IHSG dan Antam untuk korelasi lokal, dengan emas tetap atraktif di tengah volatilitas pasar.

