Microsoft Berencana Investasi $50 Miliar untuk Dorong AI di Global South
Microsoft mengumumkan rencana investasi hingga $50 miliar pada akhir dekade ini untuk memperluas akses kecerdasan buatan (AI) di negara-negara Global South. Pengumuman ini disampaikan di AI Summit di New Delhi, India, di mana eksekutif perusahaan teknologi global bertemu dengan para pemimpin dunia.
Apa Itu Global South?
Global South merujuk pada negara-negara berkembang, emerging, atau berpenghasilan rendah, yang sebagian besar berada di belahan bumi selatan. Wilayah ini mencakup Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan sebagian Asia Tenggara termasuk Indonesia. Microsoft melihat potensi besar di sini karena adopsi AI masih rendah, hanya sekitar 14,1% dibandingkan 24,7% di Global North.
Investasi ini melanjutkan komitmen sebelumnya, seperti $17,5 miliar di India tahun lalu untuk membangun infrastruktur AI dan pusat data hyperscale.
Fokus Strategi Investasi
Microsoft menargetkan lima pilar utama: infrastruktur, pelatihan keterampilan, kemampuan multibahasa, inovasi lokal, dan kebijakan berbasis data.
Membangun pusat data skala besar untuk mendukung adopsi AI cepat.
Melatih 20 juta orang di India saja hingga 2030 untuk menguasai tools AI Microsoft.
Mengembangkan AI yang mendukung bahasa lokal guna mengurangi kesenjangan digital.
Strategi ini bertujuan menutup "AI divide" agar Global South tidak tertinggal dalam transformasi digital.
Dampak bagi Indonesia dan Asia Tenggara
Sebagai bagian dari Global South, Indonesia bisa mendapat manfaat dari investasi ini melalui kemitraan infrastruktur dan pendidikan AI. Dengan pasar digital yang berkembang pesat, langkah Microsoft mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di kawasan ASEAN. Tahun lalu, investasi serupa di India menunjukkan model sukses yang bisa direplikasi di sini.
Investasi ini juga mencerminkan taruhan jangka panjang Microsoft terhadap pasar berkembang, meski memerlukan pengeluaran besar di awal.

