Ngeri Aksi 3 Remaja Siram Air Keras di Cempaka Putih, Ini Kronologinya

Ngeri Aksi 3 Remaja Siram Air Keras di Cempaka Putih, Ini Kronologinya

Kasus penyiraman air keras oleh tiga remaja di Cempaka Putih menjadi sorotan karena kekejamannya yang terekam CCTV dan viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) siang di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, melibatkan pelajar dari sekolah berbeda.

Kronologi Detail Kejadian

Tiga pelajar pelaku naik sepeda motor berboncengan, berhenti sebentar di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan dari arah yang sama. Saat berpapasan dengan korban—tiga siswa SMK yang juga berboncengan motor dari arah berlawanan—salah satu pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan dari botol kemasan ke wajah korban tanpa provokasi apa pun. Pelaku langsung melarikan diri setelah aksi tersebut, meninggalkan korban berteriak kesakitan.

Video CCTV menunjukkan momen brutal itu dengan jelas: cairan diduga air keras mengenai dua dari tiga korban, menyebabkan luka bakar derajat dua di wajah dan mata. Kejadian ini berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, dan langsung menjadi perbincangan netizen karena dianggap ngeri dan tidak manusiawi.

Kondisi Korban

Korban utama berinisial F, siswa SMK, mengalami luka bakar serius di kedua mata, sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit mata. Satu korban lain juga luka bakar di wajah, tapi kondisinya lebih ringan. Hingga Minggu (8/2/2026), korban F sudah diperbolehkan pulang, meski masih memerlukan perawatan lanjutan untuk mencegah komplikasi penglihatan.

Korban ketiga hanya terkena percikan ringan dan tidak mengalami luka signifikan. Mereka semua dari sekolah yang sama, sedang dalam perjalanan pulang sekolah saat diserang tanpa alasan jelas.

Identitas dan Penangkapan Pelaku

Ketiga pelaku adalah pelajar dari sekolah berbeda dengan korban; dua di antaranya masih di bawah umur. Polres Metro Jakarta Pusat dengan cepat mengidentifikasi mereka berkat video viral dan saksi mata. Pada Sabtu malam (7/2/2026), dua pelaku ditangkap di rumah masing-masing, sementara yang ketiga menyusul ditangkap keesokan harinya.

Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Motifnya masih diselidiki, tapi diduga terkait konflik antar pelajar atau isu pribadi yang belum terungkap sepenuhnya. Pelaku mengakui perbuatannya dan cairan tersebut memang air keras.

Respons Pihak Berwenang dan Masyarakat

Polisi telah memastikan pelaku akan diproses hukum sesuai aturan anak untuk yang di bawah umur, termasuk kemungkinan rehabilitasi atau pidana ringan. Sekolah korban dan pelaku dilibatkan untuk mediasi dan pencegahan.

Masyarakat di media sosial ramai mengutuk aksi ini, menyerukan hukuman tegas dan peningkatan pengawasan remaja. Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di Jakarta, sehingga polisi perketat patroli di kawasan rawan konflik pelajar.

 

Next Post Previous Post