Pengembangan Industri Semikonduktor Indonesia: Strategi Bertahap Menuju Kemandirian Teknologi
Indonesia sedang mengembangkan industri semikonduktor melalui strategi bertahap untuk mencapai kemandirian teknologi, dengan fokus awal pada desain chip dan SDM. Pendekatan ini didorong oleh Kementerian Perindustrian untuk mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 4,87 miliar dolar AS hingga November 2025.
Strategi Utama
Pemerintah menyusun roadmap dengan empat pilar: material, desain, fabrikasi (front-end), serta assembly, testing, dan packaging (back-end). Pilar ini didukung SDM, riset, infrastruktur, dan kebijakan kondusif, dimulai dari penguatan desain chip via Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) bersama Polytron dan 16 universitas.
Fondasi Saat Ini
Indonesia telah punya fasilitas perakitan-pengujian dalam global value chain, perusahaan desain IC, serta industri hilir seperti EMS, OEM, dan otomotif. Kebutuhan domestik besar, termasuk 30-60 juta ponsel/tahun dan 803.867 kendaraan bermotor pada 2025, mendorong urgensi ini.
Tantangan dan Peluang
Tantangan utama adalah impor tinggi dan kompleksitas rantai pasok global, tapi peluang pasar dunia capai 501,3 miliar dolar AS pada 2021. Strategi bertahap ini targetkan peran aktif Indonesia di rantai pasok global melalui kolaborasi pemerintah-industri-akademisi.

