Penyabab IHSG Balik Arah dan Tutup Sesi I di Zona Merah, Selasa 24 Februari 2026

Penyabab IHSG Balik Arah dan Tutup Sesi I di Zona Merah, Selasa 24 Februari 2026
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG mengalami pembalikan arah signifikan pada Sesi I Selasa, 24 Februari 2026, ditutup di zona merah setelah sempat menguat di awal perdagangan. Penurunan ini mencapai 0,26% atau 21,42 poin ke level 8.374,66, mencerminkan tekanan jual yang kuat dari investor.

Latar Belakang Pergerakan

IHSG dibuka lebih tinggi di 8.428,05 pukul 09:00 WIB, melanjutkan momentum positif dari penutupan sebelumnya. Namun, sentimen berubah cepat setelah menyentuh puncak 8.437,08, lalu anjlok hingga terendah 8.358,71 sebelum ditutup merah. Rentang harian ini menunjukkan volatilitas tinggi, dengan volume transaksi mencapai 28,83 miliar saham senilai Rp12,7 triliun dan frekuensi 1,86 juta kali.

Penyebab Penurunan Utama

Penyebab dominan adalah aksi profit taking massal setelah penguatan IHSG di sesi sebelumnya, terutama pada saham-saham berbobot besar seperti Amman Mineral (AMMN) yang turun tajam. Tekanan ini diperparah pelemahan di big caps, di mana sektor konsumen non-primer anjlok 1,51%, energi melemah 1,23%, dan teknologi turun 1,01%. Sektor keuangan menjadi penopang satu-satunya dengan kenaikan 1,07%, tapi tidak cukup kuat untuk membalikkan tren negatif secara keseluruhan.

Performa Sektor Lengkap

Berikut rincian perubahan sektor utama yang berkontribusi pada penurunan indeks:

Sektor

Perubahan (%)

Kontribusi Utama

Konsumen Non-Primer

-1,51

Saham konsumsi tertekan berat

Energi

-1,23

Penurunan harga komoditas

Teknologi

-1,01

Profit taking di tech stocks

Keuangan

+1,07

Dukungan dari perbankan

Industri

-0,45

Volatilitas manufaktur


Analisis Breadth Market

Pasar menunjukkan dominasi penjual dengan 417 saham turun dibandingkan 237 naik dan 162 stagnan, menghasilkan breadth market negatif. Top losers termasuk saham-saham energi dan pertambangan seperti BUMI dan SCMA dari LQ45, sementara penguat terbatas di sektor finansial. Kondisi ini mirip pola sesi siang sebelumnya di mana IHSG sempat bergeser merah meski bursa Asia cenderung menguat.

Dampak dan Prospek

Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian global seperti kebijakan tarif Trump yang membuat investor asing ragu, meski ada inflow dana asing baru-baru ini. 

Analis memprediksi potensi rebound di Sesi II jika sektor keuangan terus menguat, tapi tekanan profit taking berisiko berlanjut jika data ekonomi domestik memburuk. Investor disarankan pantau katalis seperti laporan earnings dan kebijakan BI untuk navigasi volatilitas ini.
Next Post Previous Post