Permintaan Kelapa Muda Meningkat saat Bulan Ramadan 2026

Permintaan Kelapa Muda Meningkat saat Bulan Ramadan 2026

Menjelang Ramadan 2026, permintaan kelapa muda atau kelapa ijo mengalami lonjakan signifikan di berbagai daerah Indonesia, menjadi minuman segar favorit untuk berbuka puasa.

Kondisi ini didorong oleh tradisi masyarakat yang mengonsumsi es kelapa muda sebagai hidangan pembuka puasa yang menyegarkan dan kaya elektrolit.

Dampak di Pasar Lokal

Di Purwokerto, Jawa Tengah, penjualan kelapa muda meningkat tajam seiring mendekati bulan puasa, dengan pedagang melaporkan peningkatan pengunjung di sentra pasar.

Serupa di Cirebon, Jawa Barat, dan Surabaya seperti Tenggilis, pedagang degan mencatat omzet berlipat berkat antusiasme warga menyambut Ramadan.

Permintaan ini juga terlihat di enam kota besar survei awal 2026, di mana 83% responden merasakan kenaikan harga kelapa terkait stok domestik.

Tantangan Harga dan Ekspor

Harga kelapa muda cenderung naik karena ekspor kelapa bulat yang tinggi mengurangi pasokan dalam negeri, meski produksi nasional mencapai 2,8 juta ton per tahun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan tidak ada moratorium ekspor jelang Ramadan, karena produksi relatif mencukupi dan harga menguntungkan petani.

Survei KedaiKOPI memprediksi kelangkaan potensial di awal 2026, dengan 82% responden khawatir ketidakstabilan harga hingga Lebaran.

Respons Pemerintah dan Pedagang

Pemerintah fokus menjaga keseimbangan pasar tanpa menghentikan ekspor, sambil mendorong hilirisasi seperti industri santan untuk ekosistem kelapa.

Pedagang berupaya menaikkan stok dan harga jual hingga 50% di UMKM terkait, sementara 80% publik mendukung pungutan ekspor untuk stabilisasi.

Meski tantangan ada, kelapa muda tetap jadi berkah Ramadan bagi pelaku usaha lokal di tengah dinamika permintaan domestik yang melonjak.

 

Next Post Previous Post