Petani Buah Naga di Banyuwangi Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
Petani buah naga di Banyuwangi berhasil meningkatkan usaha mereka berkat Program Klasterku Hidupku dari BRI. Kelompok Petani Buah Naga (Panaba), yang dipimpin Edy dan dibentuk sejak 2016, mengatasi tantangan seperti serangan penyakit dan fluktuasi harga pasar melalui kolaborasi klaster.
Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru
Latar Belakang Klaster
Klaster Panaba lahir dari adaptasi petani Banyuwangi terhadap lahan subur mereka, fokus pada buah naga sebagai komoditas unggulan. Mereka berbagi informasi, menyamakan langkah, dan menjaga stabilitas harga—pedagang klaster wajib beli minimal Rp7.000 per kg jika harga pasar Rp10.000.
Dukungan BRI
Sejak 2017, Program Klasterku Hidupku BRI memberikan pendampingan, pelatihan dengan pakar, dan akses modal mudah tanpa agunan rumit bagi petani bertanaman buah naga. Ini memungkinkan inovasi seperti penggunaan teknologi pencahayaan untuk tingkatkan produksi.
Dampak Positif
Petani kini lebih percaya diri, berani ekspansi, dan tembus pasar lebih luas karena tidak "jalan sendiri". BRI membangun ekosistem usaha lengkap, menjadikan Panaba role model UMKM.

