Profil Saham BIPI, Asing Borong Ratusan Juta Saham hingga Melonjak 18%
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatat kenaikan saham signifikan sebesar 18,42% menjadi Rp270 pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, didorong aksi borong investor asing ratusan juta lembar.
Perusahaan ini berfokus pada infrastruktur energi terintegrasi, termasuk jasa pertambangan batu bara, pengelolaan pelabuhan khusus, dan pengembangan logistik energi di Sumatera Selatan serta Kalimantan Timur.
Profil Perusahaan
Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk didirikan pada 2007 awalnya sebagai perusahaan migas sebelum beralih ke sektor batu bara dan infrastruktur energi.
Bisnis utamanya mencakup penyewaan fasilitas penghancur batu bara, eksplorasi tambang di Lahat dan Samarinda, serta proyek baru seperti mini LNG plant di Jawa Timur yang ditargetkan operasional Q2 2026. Kapitalisasi pasar mencapai 5,54 triliun IDR dengan saham mengambang 46,15 miliar lembar dan beta 0,70, menunjukkan volatilitas relatif rendah.
Kinerja Fundamental
Meski saham melonjak, fundamental BIPI masih tertekan dengan rugi bersih per September 2025 akibat penurunan volume logistik batu bara 3,8% YoY menjadi 31,96 juta ton.
Pendapatan FY mencapai 8,92 triliun IDR dan laba bersih 103,58 miliar IDR, tapi EPS TTM negatif -3 IDR. Analisis menilai undervalued berdasarkan PBV 0,55 dan intrinsic value lebih tinggi, dengan potensi dari transformasi ke LNG dan WTE.
|
Metrik Keuangan (Terbaru) |
Nilai tradingview+1 |
|
Kapitalisasi Pasar |
5,54 T IDR |
|
Pendapatan (FY) |
8,92 T IDR |
|
Laba Bersih (FY) |
103,58 M IDR |
|
EPS (TTM) |
-3 IDR |
|
PBV |
0,55 |
Aktivitas Investor Asing
Investor asing gencar borong BIPI, mencatat net buy ratusan juta lembar seperti 483,575 juta pada sesi I 23 Februari 2026, berkontribusi pada penguatan IHSG 1,36%. Sejarah net buy tinggi termasuk 212,45 juta lembar pada Januari 2025 dan surplus 401 juta lembar sebelumnya, dengan akumulasi/distribusi +9,85 miliar. Pekan lalu, net buy asing di BIPI capai Rp94,68 miliar, bagian dari tren masuk dana Rp2,07 triliun ke IHSG.
Pergerakan Harga Terkini
| (Foto Saham BIPI dari Google Finansial) |
katalis dan Prospek
Isu akuisisi Bakrie Group jadi pendorong utama, ditambah pengumuman tender WTE Danantara akhir Februari 2026 dan LNG Q2 2026. Analis rekomendasikan spec buy mengingat momentum bullish kuat di tengah fundamental transisi, tapi waspadai risiko suspensi BEI jika reli berlanjut tajam. Prospek cerah jika katalis terealisasi, sejalan tren energi nasional.

