Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

Saham BUMI mengalami Auto Reject Bawah (ARB) pada 2 Februari 2026 meskipun ada aksi borong dari investor asing karena tekanan jual masif yang jauh melebihi volume pembelian. Harga saham anjlok 14,73% ke Rp220, sejalan dengan IHSG yang turun 5,31% ke 7.887, di mana antrean jual mencapai 5,29-5,65 juta lot tanpa pembeli cukup di level ARB.

Penyebab Utama Penurunan

Investor asing mencatat net buy volume 70,12 juta saham, tapi net sell nilai Rp1,48 triliun sepekan sebelumnya, menunjukkan distribusi agresif pada saham komoditas. Kepanikan ritel memperburuk efek bola salju, dengan 715 saham memerah akibat sentimen pesimis pasar.

Faktor Fundamental

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Rencana Kementerian ESDM memangkas kuota produksi batu bara 2026 menjadi 600 juta ton dari 790 juta ton tahun sebelumnya memicu lesu sektor komoditas. Penguatan dolar AS dan ketidakpastian kebijakan energi domestik juga mengurangi eksposur asing pada BUMI.

Kondisi Perdagangan

Volume transaksi tebal di 9,81 miliar saham senilai Rp2,24 triliun, tapi tekanan jual dominan mencegah pemulihan meski ada akumulasi asing. Volume borong asing tidak cukup serap antrean jual raksasa di harga bawah.

 

Next Post Previous Post