Saham Perusahaan Software Global Tertekan Kekhawatiran Disruptif AI dan Belanja Modal $600 Miliar

Saham Perusahaan Software Global Tertekan Kekhawatiran Disruptif AI dan Belanja Modal $600 Miliar
Perusahaan software dan data global mengalami penurunan saham signifikan pada Jumat (6/2/2026) akibat kekhawatiran investor terhadap dampak AI canggih dan rencana belanja modal raksasa big tech senilai $600 miliar tahun ini. Situasi ini memperburuk ketegangan pasar, terutama setelah peluncuran plugin baru dari Anthropic's Claude yang mengguncang sektor teknologi.

Penyebab Penurunan Saham

Saham Perusahaan Software Global Tertekan Kekhawatiran Disruptif AI dan Belanja Modal $600 Miliar
(Foto Saham Amazon dari Google Finansial)
Big tech seperti Amazon, Alphabet (Google), dan Meta Platforms mengumumkan pengeluaran AI besar-besaran, dengan Amazon merencanakan $200 miliar capex yang memicu sahamnya anjlok 7%. Alphabet juga menyatakan capex bisa berlipat ganda, menyebabkan sahamnya turun 3%, sementara Meta Platforms merosot 1,3%. Investor khawatir pengeluaran ini menggerus profitabilitas dan menimbulkan ancaman eksistensial bagi perusahaan software tradisional.

Analis menyebut ini sebagai "de-risking trade" karena valuasi AI sebelumnya terlalu tinggi, menarik pendapatan masa depan tanpa mempertimbangkan risiko. Selain itu, ketakutan terhadap kepemimpinan pasar sempit yang sulit melebar di luar mega-cap tech menambah tekanan.

Dampak di Pasar India dan Global

Penurunan paling parah terjadi di India, di mana saham eksportir software anjlok 2% lagi pada Jumat, menutup minggu dengan kerugian nilai pasar $22,5 miliar dan indeks IT NIFTYIT turun hampir 7%. Secara global, saham software dan data analytics terpukul oleh kemajuan AI yang berpotensi menggantikan layanan konvensional.

Neil Wilson dari Saxo UK mencatat kekhawatiran "gelembung AI baru" setelah empat hyperscaler mengumumkan capex total $650 miliar dalam dua minggu terakhir.

Analisis Investor dan Prospek

Aarin Chiekrie dari Hargreaves Lansdown menyoroti bahwa meski bisnis cloud big tech tumbuh kuat, pasar tetap fokus pada eskalasi capex. Andrew Wells dari SanJac Alpha memperingatkan bahwa hype AI telah membuat valuasi terlalu mahal. Meski saham software AS mulai stabil pada Kamis setelah penurunan tujuh sesi berturut-turut, tren bearish berlanjut.

Investor kini beralih ke saham "tahan AI" yang sulit digantikan oleh kecerdasan buatan. Perkembangan ini menandakan fase koreksi di sektor tech setelah euforia AI 2025.

Next Post Previous Post