Saham Perusahaan Software Global Tertekan Kekhawatiran Disruptif AI dan Belanja Modal $600 Miliar
Penyebab Penurunan Saham
| (Foto Saham Amazon dari Google Finansial) |
Analis menyebut ini sebagai "de-risking trade" karena valuasi AI sebelumnya terlalu tinggi, menarik pendapatan masa depan tanpa mempertimbangkan risiko. Selain itu, ketakutan terhadap kepemimpinan pasar sempit yang sulit melebar di luar mega-cap tech menambah tekanan.
Dampak di Pasar India dan Global
Penurunan paling parah terjadi di India, di mana saham eksportir software anjlok 2% lagi pada Jumat, menutup minggu dengan kerugian nilai pasar $22,5 miliar dan indeks IT NIFTYIT turun hampir 7%. Secara global, saham software dan data analytics terpukul oleh kemajuan AI yang berpotensi menggantikan layanan konvensional.
Neil Wilson dari Saxo UK mencatat kekhawatiran "gelembung AI baru" setelah empat hyperscaler mengumumkan capex total $650 miliar dalam dua minggu terakhir.
Analisis Investor dan Prospek
Aarin Chiekrie dari Hargreaves Lansdown menyoroti bahwa meski bisnis cloud big tech tumbuh kuat, pasar tetap fokus pada eskalasi capex. Andrew Wells dari SanJac Alpha memperingatkan bahwa hype AI telah membuat valuasi terlalu mahal. Meski saham software AS mulai stabil pada Kamis setelah penurunan tujuh sesi berturut-turut, tren bearish berlanjut.
Investor kini beralih ke saham "tahan AI" yang sulit digantikan oleh kecerdasan buatan. Perkembangan ini menandakan fase koreksi di sektor tech setelah euforia AI 2025.

