Smelter Rp 104 Triliun di Mempawah Mulai Dibangun: Dorong Hilirisasi Bauksit-Aluminium
Pembangunan smelter aluminium senilai Rp 104,55 triliun di Mempawah, Kalimantan Barat, baru saja dimulai sebagai proyek strategis nasional untuk mendorong hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium. Proyek ini melibatkan MIND ID bersama anak usahanya Inalum dan Antam, dengan fasilitas utama berupa Smelter Aluminium baru berkapasitas 600.000 ton per tahun dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun.
Detail Proyek
Investasi total mencapai Rp 104,55 triliun, dengan groundbreaking dilakukan pada 6 Februari 2026 di Wisma Danantara. Proyek ini diharapkan beroperasi pada 2028 untuk smelter aluminium dan 2029 untuk SGAR Fase II, didukung pasokan energi dari PTBA via Wilus Mandiri. Nilai tambah dari bauksit (US$40/ton) melonjak hingga 70 kali lipat menjadi aluminium (US$2.800-3.000/ton).
Dampak Ekonomi
Proyek ini akan meningkatkan cadangan devisa hingga 394% menjadi Rp 52 triliun per tahun dari Rp 11 triliun, serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku aluminium. Industri manufaktur lokal mendapat kepastian pasok domestik, memperkuat rantai pasok global dan kedaulatan mineral Indonesia. Ini bagian dari enam proyek hilirisasi Danantara senilai Rp 118 triliun.

