SpaceX Elon Musk Merger dengan xAI Valuasi $1,25 Triliun
SpaceX milik Elon Musk berencana merger dengan xAI menjelang IPO, dengan valuasi gabungan mencapai $1,25 triliun, menurut laporan Bloomberg News pada 2 Februari 2026.
Latar Belakang Merger
Pengumuman ini muncul setelah negosiasi lanjutan antara SpaceX dan xAI, dua perusahaan swasta terbesar di dunia, untuk menggabungkan aset seperti roket, satelit Starlink, platform X, dan chatbot Grok. Musk menyatakan merger ini menciptakan "mesin inovasi vertikal paling ambisius di Bumi dan luar angkasa", dengan fokus utama membangun pusat data di orbit untuk komputasi AI hemat biaya. xAI sebelumnya telah mengakuisisi X pada awal 2025, sementara Tesla berencana investasi $2 miliar ke xAI bulan lalu.
Alasan Strategis
Merger didorong oleh kebutuhan xAI akan dana besar untuk bersaing di AI, sementara SpaceX siapkan IPO sekitar Juni 2026 dengan target $50 miliar. Musk tekankan pusat data luar angkasa sebagai solusi skalabilitas AI, karena data center darat boros energi dan sulit memenuhi permintaan global. SpaceX baru-baru ini ajukan rencana ke FCC untuk sistem "orbital data center" dengan hingga 1 juta satelit bertenaga surya.
Dampak Ekonomi
Entitas baru ini jadi perusahaan swasta paling bernilai di dunia, dengan SpaceX valuasi $800 miliar dan xAI $200 miliar sebelumnya. Investor SpaceX kini bisa ikut tren AI, sementara Musk integrasikan bisnisnya seperti Boring Company dan Neuralink menjadi ekosistem tunggal. Harga saham entitas baru ditetapkan sekitar $527 per lembar.
Pandangan Ahli
Peter Diamandis, investor keduanya, yakin ini langkah menuju "one Musk Inc.". Meski inovatif, merger ini tantang praktik bisnis konvensional dengan alih sumber daya antar-perusahaan Musk. Belum ada konfirmasi resmi dari SpaceX atau xAI saat persidangan.

