SPBU Swasta Serap Solar Pertamina Mulai April 2026

SPBU Swasta Serap Solar Pertamina Mulai April 2026

Kebijakan wajibnya SPBU swasta membeli solar dari Pertamina mulai April 2026 merupakan langkah strategis Kementerian ESDM untuk mendukung swasembada BBM nasional, didasari oleh kemandirian produksi Pertamina pasca-operasional penuh RDMP Balikpapan.

Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman, menegaskan transisi dari impor ke serapan domestik untuk memaksimalkan pemanfaatan kilang dalam negeri.

Latar Belakang Kebijakan

Kebijakan ini muncul setelah Pertamina mencapai produksi solar surplus berkat RDMP Balikpapan yang beroperasi penuh, menghasilkan lebih dari kebutuhan nasional hingga 3-4 juta kiloliter pada 2026.

Sebelumnya, SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy diberi kuota impor solar hingga akhir 2025, tetapi kuota tersebut telah habis, dan impor dilarang mulai Januari 2026 kecuali untuk transisi hingga Maret.

Pertemuan intensif ESDM dan Pertamina membahas penyesuaian infrastruktur, termasuk loading port, kargo, serta spesifikasi solar domestik (CN48) yang sudah dipesan oleh para pengelola SPBU swasta.

Detail Implementasi

Mulai 1 April 2026, semua SPBU swasta diwajibkan menyerap solar sepenuhnya dari Pertamina melalui mekanisme yang tercatat di Sistem Informasi Neraca Komoditas (SINAS NK) ESDM.

Pengecualian diberikan untuk bensin, di mana impor masih diizinkan karena produksi domestik belum mencukupi permintaan pasar.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah menghentikan pemberian kuota impor baru sejak Januari 2026, memastikan transisi mulus menuju ketergantungan pada produksi lokal.

Dampak Ekonomi dan Pasar

Langkah ini diprediksi menekan ketergantungan impor BBM, menstabilkan harga solar domestik, dan meningkatkan pendapatan Pertamina dari penjualan internal.

Bagi SPBU swasta, kebijakan ini mengharuskan penyesuaian rantai pasok, tapi sudah ada komitmen pesanan solar Pertamina untuk menghindari gangguan operasional.

Secara keseluruhan, ini memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah fluktuasi harga minyak global, sambil mendukung target swasembada BBM 2026.

 

Next Post Previous Post