Sukses Dunia Usaha, Rollie Bakery & Cookies Bukti UMKM Binaan BRI Naik Kelas
Rollie Bakery & Cookies menjadi bukti nyata bagaimana UMKM binaan BRI mampu naik kelas hingga go global, terutama setelah pendirinya bangkit dari pengalaman PHK. Kisah sukses ini banyak diliput media nasional pada 11 Februari 2026, menyoroti komitmen BRI melalui program Rumah BUMN.
Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru
Awal Mula Usaha
Natali, pendiri Rolly Bakery & Cookies (sering disebut Rollie), memulai bisnis rumahan di Tanah Baru, Bogor, pada 2016 setelah terkena PHK dari pekerjaan sebelumnya. Awalnya fokus pada roti tawar dan kue kering sederhana, usaha ini lahir dari kebutuhan bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi. Skala produksi masih kecil, hanya melayani tetangga sekitar, tapi semangat wirausaha Natali menjadi pondasi kuat untuk berkembang.
Peran Penting BRI dan Rumah BUMN
Bergabung dengan Rumah BUMN BRI sejak 2019 menjadi titik balik. Program ini menyediakan pelatihan manajemen bisnis, pemasaran digital, hingga business matching dengan mitra besar. Natali ikut berbagai pameran UMKM nasional, yang langsung meningkatkan pesanan dari 1.000 menjadi 3.000 kemasan per bulan. Dukungan fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari BRI juga memperlancar modal usaha, sementara pelatihan digitalisasi membuka akses e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.
Ekspansi Pasar Lokal hingga Internasional
Dari pasar lokal Bogor, produk Rollie kini menjangkau Ambon, Aceh, hingga luar negeri seperti Malaysia, dengan potensi masuk Taiwan melalui mitra dagang. Keberhasilan B2B dengan perusahaan besar menambah stabilitas pendapatan, sementara inovasi rasa lokal seperti bolu kukus dan nastar premium jadi andalan. Penjualan online melonjak berkat promosi di media sosial, dibantu strategi SEO dan konten viral yang dipelajari dari pelatihan BRI.
Tantangan dan Strategi Bertahan
Meski sukses, Natali hadapi fluktuasi bahan baku dan persaingan ketat. Strateginya adalah diversifikasi produk, efisiensi produksi dengan alat modern dari pinjaman BRI, serta kolaborasi komunitas UMKM. Corporate Secretary BRI Dhanny Septiandhani menekankan bahwa program seperti ini dirancang untuk ekosistem UMKM berkelanjutan, dengan target 30 juta UMKM naik kelas pada 2026.
Visi Masa Depan
Natali berencana ekspansi besar dengan lini roti baru melalui workshop dan open kitchen untuk tarik wisatawan kuliner di Bogor. Harapannya, pendampingan BRI terus intensif di pelatihan skill, akses pasar ekspor, dan sertifikasi halal internasional. Kisah ini inspiratif bagi UMKM Indonesia, terutama di tengah pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

