Suspensi Perdagangan Saham NZIA Kembali Dibuka

Suspensi Perdagangan Saham NZIA Kembali Dibuka

Perdagangan saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang sudah dibuka kembali hari ini, 10 Februari 2026, setelah sempat disuspensi kemarin.

Suspensi sementara diberlakukan mulai sesi I pada 9 Februari 2026 untuk saham NZIA (bersama ELPI) sebagai mekanisme cooling down BEI. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat, mencapai batas ambang yang memicu auto-suspensi sesuai aturan OJK dan BEI untuk melindungi investor dari volatilitas ekstrem. Suspensi semacam ini biasanya berlangsung maksimal satu hari perdagangan, kecuali ada keputusan khusus dari bursa.

Kronologi Peristiwa

7 Februari 2026: Suspensi awal untuk ELPI dan NZIA karena fluktuasi harga ekstrem.

8 Februari 2026: BEI umumkan pembukaan kembali untuk saham lain seperti DPUM, sementara NZIA masih terkunci.

9 Februari 2026: Suspensi lanjut untuk NZIA hingga akhir sesi.

10 Februari 2026 pagi: Resmi dibuka di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sesi I, dengan pengawasan ketat BEI.

Performa Pasca-Pembukaan

Suspensi Perdagangan Saham NZIA Kembali Dibuka
(Foto Saham NZIA dari Google Finansial)
Begitu suspensi dicabut, saham NZIA langsung ngebut lagi dengan kenaikan tajam intraday di sesi pertama hari ini. Saat ini (sekitar pukul 15:29 WIB), perdagangan masih berlangsung normal tanpa gangguan tambahan, meski investor disarankan memantau volatilitas. NZIA, emiten di sektor pertambangan dan almazia, memang sedang hot belakangan ini karena sentimen pasar komoditas.

Profil Perusahaan

PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) bergerak di bidang pertambangan, khususnya terkait almazia dan mineral terkait. Listing di BEI relatif baru-baru ini, dan sahamnya dikenal volatil dengan potensi pump tinggi dari spekulan.

Implikasi bagi Investor

Pembukaan ini menandakan BEI yakin kondisi sudah stabil, tapi waspadai risiko pump-and-dump pada saham small cap seperti NZIA. Pantau pengumuman resmi BEI via situs idx.co.id atau Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk update real-time.

 

Next Post Previous Post