Target Selesai April, Pembangunan Bendungan Jlantah Sudah 90 Persen

Target Selesai April, Pembangunan Bendungan Jlantah Sudah 90 Persen
Pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah mencapai progres 90 persen per Februari 2026. Pemerintah menargetkan proyek strategis nasional (PSN) ini rampung pada April 2026, meski sebelumnya sempat tertunda dari jadwal awal.

Latar Belakang Proyek

Bendungan Jlantah dibangun sejak 2019 oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp1,025 triliun. Awalnya ditargetkan selesai akhir 2024 dan diresmikan Januari 2025 saat progres 98,54 persen, namun kini mundur hingga April 2026.

Struktur bendungan memiliki tinggi 70 meter, panjang puncak 404 meter, dan kapasitas tampung 10,97 juta m³ dari Sungai Jlantah serta Sungai Puru.

Manfaat Utama

Menyediakan irigasi untuk 1.494 ha sawah di Karanganyar, tingkatkan indeks pertanaman dari 172 persen menjadi 272 persen.

Suplei air baku 150 liter/detik untuk Kecamatan Jumapolo, Jatiyoso, dan Jatipuro.

Reduksi banjir 51,26 persen atau 70,33 m³/detik pada debit banjir 50 tahun.
Bendungan juga berpotensi hasilkan listrik mikrohidro 0,625 MW dan dukung pariwisata.

Progres dan Kendala Terkini

Pada Desember 2024, progres fisik sudah 98,54 persen dengan impounding selesai, tapi penyelesaian mundur ke April 2026. Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti menekankan kualitas dan keselamatan kerja. Setelah bendungan jadi, jaringan irigasi akan langsung diperluas untuk manfaat cepat bagi petani.

Dampak Ekonomi Lokal

Proyek ini tingkatkan kesejahteraan warga Karanganyar melalui pengurangan banjir musiman dan kekeringan kemarau. Bendungan jadi bagian swasembada pangan nasional di Jawa Tengah.

Next Post Previous Post