Tem Raih Pendanaan 75 Juta Dolar untuk Ubah Pasar Listrik Berbasis AI

Tem Raih Pendanaan 75 Juta Dolar untuk Ubah Pasar Listrik Berbasis AI
Perusahaan rintisan berbasis London bernama Tem baru‑baru ini mengumpulkan pendanaan seri B sebesar 75 juta dolar AS untuk merevolusi pasar listrik menggunakan kecerdasan buatan (AI), dengan misi menekan biaya transaksi energi dan mendekatkan harga yang dibayar pelanggan ke level harga grosir.

Apa itu Tem dan apa yang mereka bangun?

Tem mengembangkan platform transaksi energi berbasis AI yang berfungsi sebagai marketplace antara pembangkit listrik (terutama tenaga terbarukan) dengan konsumen komersial.

Perusahaan memiliki dua lini layanan utama: Rosso, yaitu transaction engine berbasis AI yang memasangkan pemasok dan pembeli, dan RED, yang berperan sebagai “neo‑utility” untuk menguji dan memperluas nilai tawar Rosso di pasar.

Bagaimana peran AI dalam pasar listrik?

Di dalam Rosso, algoritma machine learning dan model bahasa besar (LLM) digunakan untuk memprediksi pasokan dan permintaan, memilih pemasok dengan harga dan karakteristik terbaik, serta mengeksekusi transaksi secara otomatis.

Menurut CEO Tem, Joe McDonald, AI memungkinkan penggantian proses manual dan sistem‑sistem terpisah menjadi satu infrastruktur transaksi tunggal sehingga penyebaran harga menjadi lebih tipis dan biaya operasional para pelaku pasar—mulai dari UMKM hingga korporasi besar—dapat turun secara signifikan.

Dampak finansial dan lingkungan

Tem mengklaim pelanggan bisnis di Inggris bisa menghemat hingga sekitar 30% dari tagihan listriknya ketika membeli energi melalui unit utilitas milik perusahaan.

Dengan fokus awal pada pembangkit energi terbarukan dan pelaku usaha kecil‑menengah, Tem mendorong akses bisnis ke energi hijau secara langsung, mirip dengan bagaimana neobank menyederhanakan sistem keuangan tradisional.

Detail pendanaan dan ekspansi

Pendanaan seri B sebesar 75 juta dolar AS dipimpin oleh Lightspeed Venture Partners, dengan dukungan dari AlbionVC, Allianz, Atomico, Hitachi Ventures, Schroders Capital, Revent, dan Voyager Ventures.

Sumber yang dekat dengan transaksi menyebut valuasi Tem melebihi 300 juta dolar AS, dan dana tersebut direncanakan untuk ekspansi ke Amerika Serikat (dimulai dari Texas) dan Australia, menandai langkah perusahaan menuju pasar energi global yang lebih besar dan kompleks.

Visi jangka panjang: infrastruktur pasar energi

McDonald menekankan bahwa Tem berambisi menjadi infrastruktur kelas cloud bagi pasar listrik, analog dengan AWS atau Stripe di sektor komputasi dan pembayaran.

Dalam jangka panjang, Tem tidak menargetkan memonopoli kepemilikan pelanggan atau pembangkit, tetapi ingin memiliki platform transaksi yang digunakan oleh banyak utility dan pasar, sehingga alur utama transaksi energi berjalan melalui sistemnya secara mandiri.

Next Post Previous Post