Tesla Hindari Penangguhan Lisensi di California Usai Perubahan Pemasaran
Tesla berhasil menghindari penangguhan lisensi penjualan dan manufaktur selama 30 hari di California setelah menghentikan penggunaan istilah "Autopilot" dalam kampanye pemasarannya di negara bagian tersebut.
Keputusan ini diumumkan oleh California Department of Motor Vehicles (DMV) pada 17 Februari 2026, menyusul temuan hakim hukum administratif tahun lalu yang menyatakan Tesla menyesatkan konsumen soal kemampuan self-driving mobilnya.
Baca Juga: Daftar Harga Terbaru Mobil Tesla Februari 2026 di Indonesia
Latar Belakang Sengketa
Pada 2022, DMV menuduh Tesla membingungkan pembeli dengan istilah "Autopilot" dan "Full Self-Driving" (FSD), yang mengimplikasikan mobil bisa beroperasi mandiri tanpa pengawasan pengemudi. Hakim merekomendasikan penangguhan lisensi 30 hari, tapi regulator memberi Tesla waktu 90 hari untuk memperbaiki, termasuk mengubah FSD menjadi "supervised" dan menghapus "Autopilot" dari iklan di California.
Fitur Autopilot memungkinkan akselerasi, pengereman, dan tetap di jalur di jalan tol, sementara FSD menangani perubahan jalur dan sinyal lalu lintas kota—keduanya tetap butuh pengawasan manusia.
Dampak Bisnis Tesla
California merupakan pasar terbesar Tesla di AS, sehingga penangguhan bisa berdampak serius, terutama saat penjualan EV menurun pasca-berakhirnya insentif pajak federal.
CEO Elon Musk kini fokus pada robotaxi dan robot humanoid, tapi isu regulasi ini menyoroti risiko pemasaran fitur otonom. Dengan langkah korektif ini, Tesla bisa lanjut beroperasi normal di California tanpa gangguan.

