Arus Mudik Memuncak, 163.603 Penumpang Seberangi Selat Sunda
Arus mudik Lebaran 2026 di jalur Selat Sunda memang sedang mencapai puncaknya, dengan angka 163.603 penumpang yang tercatat menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-3 Lebaran (18 Maret 2026).
Lonjakan ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk pulang kampung jelang Idul Fitri, di mana PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) sebagai operator utama pelabuhan seperti Merak, Ciwandan, dan Bakauheni Bakau Jawa (BBJ) Bojonegara, harus menggelar operasi ekstra untuk mengakomodasi volume yang melonjak tajam dibanding hari sebelumnya.
Detail Statistik Harian
Pada H-3 Lebaran, tepatnya 18 Maret, jumlah penumpang mencapai 163.603 orang dengan 44.440 kendaraan roda dua dan empat yang diangkut kapal ferry. Angka ini naik signifikan dari hari sebelumnya, yaitu H-4 pada 17 Maret yang hanya mencatat 104.321 penumpang dan 27.527 kendaraan, menunjukkan tren peningkatan eksponensial menjelang puncak mudik.
Selain itu, hingga pagi hari H-2 (19 Maret), kumulatif penumpang sudah tembus 711.052 orang beserta 190.479 kendaraan, yang secara keseluruhan meningkat 3,5% hingga 9,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tren Kumulatif dan Proyeksi
Secara kumulatif, hingga H-6 (15-16 Maret), total penumpang yang menyeberang Selat Sunda sudah mencapai 287.802 orang, naik 8,9% dari 2025, dengan volume kendaraan yang juga melonjak. Puncak arus mudik ini diproyeksikan berlangsung hingga 19-20 Maret, sebelum beralih ke arus balik pasca-Lebaran.
Pemerintah telah menyiapkan 36.660 armada secara nasional untuk angkutan Lebaran, termasuk 3 juta tiket penyeberangan khusus jalur Selat Sunda sejak akhir Februari, guna mengantisipasi hingga jutaan pemudik.
Upaya Operasional ASDP
Untuk menghadapi puncak ini, ASDP mengerahkan hingga 134 trip kapal pada H-6 saja, dengan 33 kapal siaga di Selat Sunda pada awal periode mudik.
Direktur Utama PT ASDP Heru Widodo menekankan koordinasi ketat antarinstansi, termasuk penambahan petugas, fasilitas kesehatan, dan sistem tiketing online untuk mengurangi antrean panjang di pelabuhan. Pada H-3, operasional kapal dipercepat dengan frekuensi tinggi, meski tetap mematuhi protokol keselamatan laut.
Dampak dan Tantangan
Lonjakan ini tidak hanya menambah pendapatan sektor transportasi laut, tapi juga menimbulkan tantangan seperti kemacetan di akses pelabuhan Merak dan Bakauheni, serta risiko cuaca buruk di Selat Sunda yang rawan ombak tinggi.
Meski demikian, hingga 19 Maret, tidak ada laporan kecelakaan mayor, berkat pengawasan intensif dari Kementerian Perhubungan. Pemudik disarankan memantau update via aplikasi ASDP atau situs resmi untuk jadwal real-time dan tips perjalanan aman.

