Aset Senilai 20 Juta Euro Milik Aktris Ursula Andress Disita Polisi
Polisi Italia telah menyita sejumlah besar aset yang diduga berasal dari penggelapan dana milik legenda film James Bond, Ursula Andress. Langkah ini merupakan bagian dari pengungkapan skandal keuangan yang melibatkan penasihat finansial sang aktris selama bertahun‑tahun.
Kronologi kasus Ursula Andress
Ursula Andress, bintang pertama “Bond girl” yang dikenal lewat peran Honey Ryder di film Dr. No (1962), mengadukan ke polisi Swiss bahwa ia kehilangan sekitar 18 juta franc Swiss (sekitar 20 juta euro/RM92 juta) dari manajer keuangannya dalam rentang delapan tahun.
Ia mengaku baru menyadari adanya kecurangan setelah melihat penurunan aset yang berlangsung perlahan, dan menyebut para penasihatnya telah menipu serta memanfaatkan kepercayaannya secara kriminal.
Aset yang disita di Italia
Otoritas keuangan Italia (Guardia di Finanza) mengumumkan penyitaan aset senilai sekitar 20 juta euro (sekitar Rp33 miliar–Rp37 miliar tergantung kurs), termasuk properti mewah, lahan pertanian, dan koleksi seni di sekitar Florence dan pedesaan Tuscany.
Aset‑aset itu antara lain satu perkebunan besar di San Casciano in Val di Pesa (dengan kebun anggur dan zaitun), 11 properti lain, serta berbagai instrumen keuangan dan karya seni yang diduga dibeli dengan dana yang dicuci dari hasil penipuan.
Modus dugaan penipuan dan pencucian uang
Menurut penyidik, uang milik Andress dialihkan ke beberapa perusahaan di luar negeri, lalu digunakan untuk membeli aset di Italia dan kemudian “dilaunder” melalui rangkaian transaksi yang dirancang menyembunyikan asal‑usul dana.
Investigasi gabungan Italia–Swiss menemukan hubungan kuat antara transaksi gelap tersebut dan aktivitas di wilayah Florence, yang memicu intervensi kepolisian keuangan Italia.
Dampak bagi Ursula Andress
Andress, yang kini berusia 90 tahun, mengaku masih syok dan merasa telah dimanipulasi serta dieksploitasi karena usianya.
Aset yang disita dapat menjadi modal untuk pengembalian sebagian dana ke pihak Andress, meski otoritas belum mengumumkan detail putusan pengadilan atau kemungkinan pemulihan 100% kerugian.

