Bitcoin Bertahan di Tengah Konflik Iran, ETF Dorong Akumulasi Institusional
Bitcoin berhasil bertahan di tengah tekanan konflik Iran di Timur Tengah, sekaligus didorong oleh arus akumulasi modal institusional lewat ETF spot di AS.
Kondisi harga dan geopolitik
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Peran ETF spot dan akumulasi institusional
Selama beberapa hari berturut‑turut di pekan lalu, ETF spot Bitcoin di AS mencatat inflow bersih lebih dari US$1 miliar, menurut data CryptoQuant.
Ini disebut sebagai gelombang akumulasi institusional pertama sejak Oktober 2025, di mana investor jangka panjang mulai menambah posisi di tengah stagnasi harga.
Data SoSoValue juga menunjukkan ETF spot Bitcoin AS mengumpulkan net inflow sekitar US$787 juta dalam sepekan, sementara ETF Ethereum dan XRP juga mendapat aliran dana masuk, memperkuat sentimen bullish.
Risiko dan proyeksi ke depan
Beberapa analis masih mencatat sinyal bearish, antara lain potensi koreksi jangka panjang hingga sekitar US$45.000 jika tren pelemahan berlanjut, menurut pola historis koreksi 40–50% setelah penembusan zone support mingguan.
Di sisi makro, tekanan dari naiknya harga minyak dan inflasi AS bisa memperumit suasana, tetapi banyak analis memperkirakan Trump akan berusaha menjaga konflik tetap singkat agar inflasi tidak meledak.
Secara ringkas, Bitcoin kini berada di posisi “tahan tapi belum rally besar”: tekanan geopolitik dan potensi koreksi masih ada, sementara aliran ETF justru menjadi dasar kuat untuk akumulasi modal jangka panjang.

