BNI Setujui Pembagian Dividen Tunai Rp 13,03 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 349,41 per Saham

BNI Setujui Pembagian Dividen Tunai Rp 13,03 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 349,41 per Saham

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memang telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun untuk tahun buku 2025, dengan nilai Rp349,41 per saham, yang memberikan potensi dividend yield sekitar 8,1% berdasarkan harga saham terkini.

Latar Belakang Keputusan

Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Maret 2026 di Jakarta. BNI mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp20,04 triliun sepanjang 2025, tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya berkat ekspansi kredit dan pengelolaan aset yang lebih baik. 

Dividen ini mencakup 65% dari laba bersih, sementara 35% sisanya atau Rp7,01 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, penguatan modal kerja, dan inovasi digital seperti pengembangan layanan mobile banking.

Jadwal Lengkap Pembagian

Berikut timeline penting yang wajib dicatat pemegang saham:

Cum (H + 2) di pasar reguler dan negosiasi: 17 Maret 2026.

Ex dividen: 25 Maret 2026.

Recording date: 26 Maret 2026 (pemegang saham yang tercatat berhak menerima).

Pembayaran dividen: 7 April 2026 melalui rekening efek atau kantor cabang BNI.

Pada cum date, harga saham BBNI biasanya mengalami penyesuaian positif sebelum ex dividen, sehingga investor disarankan memantau pergerakan di BEI.

Implikasi bagi Investor

Dividen Rp349,41 per saham ini menarik bagi investor ritel dan institusi, terutama dengan yield di atas rata-rata sektor perbankan. BNI sebagai bank BUMN terbesar kedua setelah BRI menunjukkan kinerja solid di tengah tantangan ekonomi global 2025, termasuk inflasi terkendali dan pertumbuhan kredit 15-17%. Namun, investor perlu pertimbangkan pajak dividen 10% untuk WNI atau sesuai ketentuan untuk WNA, serta potensi volatilitas saham pasca-ex dividen.

Konteks Kinerja BNI

Tahun 2025, BNI berhasil mencatat total aset Rp1.299 triliun, naik 12% YoY, didorong oleh segmen korporasi dan ritel. Program unggulan seperti BNI Diamond Circle untuk nasabah premium juga berkontribusi pada peningkatan fee-based income. Keputusan dividen ini selaras dengan arahan Kementerian BUMN untuk optimalisasi nilai pemegang saham sambil menjaga likuiditas bank.

 

Next Post Previous Post