BRI Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital LinkUMKM

 

BRI Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital LinkUMKM

Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menggenjot transformasi UMKM, khususnya pelaku usaha kuliner, agar mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi di era digital. Melalui ekosistem LinkUMKM, BRI memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas, sehingga pelaku usaha mikro bisa berkembang dari skala rumahan menjadi brand yang dikenal secara nasional hingga potensial menembus pasar global.

Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru

Fokus pada UMKM kuliner

BRI memilih sektor kuliner sebagai salah satu sasaran utama pemberdayaan karena potensinya yang besar dalam menciptakan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja. Contohnya UMKM Tercabaikan di Bandung dan CamilanQ di Surakarta, yang berawal dari usaha rumahan dan kini berkembang menjadi brand kuliner yang memanfaatkan kanal digital untuk memperluas pasar.

Di Bandung, Tercabaikan yang bergerak di baso aci mendapat pelatihan dan pendampingan melalui program LinkUMKM BRI, termasuk pembelajaran pemasaran digital, pengelolaan finansial, hingga penggunaan media sosial dan e‑commerce. Hal serupa dialami CamilanQ Surakarta, yang memanfaatkan pelatihan dan platform e‑commerce di bawah ekosistem LinkUMKM untuk go digital dan meningkatkan penjualan.

Peran LinkUMKM dalam penguatan kapasitas

LinkUMKM merupakan platform digital yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara menyeluruh. Sampai akhir 2025, platform ini telah digunakan lebih dari 14,98 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia sebagai sarana pendampingan usaha berbasis daring.

Ekosistem LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang saling terintegrasi, antara lain UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta sekitar 750 modul pembelajaran yang mencakup soft skill maupun hard skill untuk pelaku usaha. Dengan begitu, pelaku UMKM kuliner tidak hanya diajarkan cara membuat produk yang menarik, tetapi juga bagaimana mengelola merek, kemasan, harga, dan pemasaran digital yang efektif.

Dampak bagi pelaku usaha dan ekonomi lokal

Dukungan BRI melalui LinkUMKM dan program‑program di Rumah BUMN memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas usaha dan peningkatan omzet pelaku UMKM. UMKM kuliner seperti Tercabaikan dan CamilanQ mampu menambah omzet, memperluas pasar ke luar kota, bahkan mempertimbangkan ekspansi ke ritel modern dan marketplace besar.

Dengan semakin banyaknya UMKM kuliner yang naik kelas, BRI pun berperan dalam memperkuat ekonomi lokal dan nasional. “Melalui LinkUMKM, kami mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis,” ujar Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, sebagaimana dikutip dalam laporan‑laporan terkait penguatan UMKM oleh BRI.

Gerakan BRI untuk UMKM naik kelas

Langkah BRI terhadap UMKM kuliner bukanlah satu‑satunya program. Sebelumnya, BRI juga meluncurkan BRIncubator di Rumah BUMN yang memberikan pelatihan intensif dan pendampingan terarah kepada UMKM pilihan, termasuk pelaku kuliner, untuk meningkatkan literasi bisnis dan digitalisasi.

Gabungan antara dukungan modal, pelatihan, dan ekosistem digital seperti LinkUMKM menunjukkan komitmen BRI memberdayakan UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi benar‑benar naik kelas, mandiri, dan menjadi pilar penting dalam transformasi ekonomi Indonesia ke depan.

Next Post Previous Post