BTN Incar Tambahan Likuiditas Rp12,5 Triliun dari Pemerintah
PT Bank Tabungan Negara (BTN) sedang mengincar tambahan likuiditas sebesar Rp12,5 triliun dari pemerintah sebagai bagian dari alokasi dana Rp100 triliun yang direncanakan.
Rencana ini disambut positif oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu untuk mendukung ekspansi kredit perumahan yang terus tumbuh dua digit.
Latar Belakang
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana likuiditas ke perbankan Rp100 triliun dengan skema lebih fleksibel dibanding sebelumnya.
BTN sebelumnya telah menerima Rp25 triliun yang kini terserap penuh untuk kredit sektor perumahan.
Proposal tambahan Rp12,5 triliun (sekitar setengah dari alokasi sebelumnya) diajukan BTN untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit.
Tujuan Penggunaan
Dana tambahan ini akan difokuskan pada penyaluran kredit perumahan dan ekosistem terkait.
Pertumbuhan kredit BTN hingga akhir 2025 mencapai 11,9% secara tahunan, menandakan kebutuhan likuiditas yang tinggi.
Penempatan ini diharapkan memperbaiki likuiditas perbankan secara keseluruhan tanpa membebani deposito jangka panjang.
Status Saat Ini
Ini masih berupa usulan BTN; keputusan akhir ada di pemerintah.
Berita ini muncul sekitar 13-14 Maret 2026, sejalan dengan rencana pemerintah untuk optimalkan dana menganggur.

