BTN Usulkan Dividen 30 Persen dari Laba 2025 ke RUPST 2026

BTN Usulkan Dividen 30 Persen dari Laba 2025 ke RUPST 2026

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengusulkan pembagian dividen sebesar 30% dari laba bersih tahun buku 2025 untuk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

Usulan ini disampaikan oleh Direktur Utama Nixon LP Napitupulu sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan Return on Equity (ROE) di atas 12-14%, dengan estimasi nilai dividen mencapai Rp1,05 triliun dari laba bersih Rp3,5 triliun.

Latar Belakang Usulan

Direksi BTN telah memberikan "bocoran" rencana ini sejak Februari 2026, dengan rasio dividen awal di kisaran 25-30%, yang kemudian dikonfirmasi naik menjadi 30% pada Maret 2026. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan laba bersih 2025 sebesar 16,4% year-on-year (YoY), mencapai Rp3,5 triliun, berkat transformasi digital dan ekspansi kredit properti.

Pembahasan melibatkan pemegang saham utama seperti Danantara (Kementerian BUMN), dengan likuiditas bank menjadi sorotan utama untuk menjaga kestabilan operasional.

Ini merupakan lonjakan signifikan dari rasio 25% pada dividen 2024 senilai Rp751,8 miliar atau Rp53,57 per saham.

Dampak bagi Investor

Pembagian dividen Rp1,05 triliun ini berpotensi memberikan yield menarik bagi pemegang saham BBTN, terutama di tengah sentimen positif pasar saham perbankan. Namun, persetujuan akhir bergantung pada RUPST 2026, yang biasanya digelar sekitar April-Mei.

Strategi ini juga sejalan dengan rencana akuisisi asuransi dan restrukturisasi unit syariah BTN, yang dapat mendongkrak valuasi jangka panjang.

Perbandingan Rasio Dividen

Tahun Buku

Rasio Dividen

Laba Bersih (Rp Triliun)

Nilai Dividen (Rp Triliun)

Per Saham (Rp)

2024

25%

~Rp3,0

0,752

53,57

2025

30% (usulan)

3,5

1,05

~74,82*


*Estimasi berdasarkan jumlah saham beredar sekitar 14 miliar lembar.

Next Post Previous Post