Dermaga Terbatas Hambat Optimalisasi Pelabuhan Merak

Dermaga Terbatas Hambat Optimalisasi Pelabuhan Merak
Keterbatasan dermaga di Pelabuhan Merak menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan operasional kapal feri lintas Merak-Bakauheni, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2026.

Situasi Saat Ini

Pelabuhan Merak hanya memiliki tujuh dermaga, yang hanya mampu melayani sekitar 28 kapal secara optimal setiap hari, meskipun ada 72 kapal siap operasi. Satu dermaga idealnya menangani empat kapal per hari, sehingga lebih dari 60% kapal menganggur dan menyebabkan antrean panjang saat peak season seperti Lebaran atau Natal.

Dampak Ekonomi

Keterbatasan ini menurunkan utilisasi kapal di bawah 30% per bulan, meningkatkan biaya operasional, dan menimbulkan kemacetan logistik lintas Jawa-Sumatera yang terus tumbuh 10-12% tahunan. Pengusaha seperti Gapasdap dan anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti masalah ini sejak bertahun-tahun.

Solusi yang Diusulkan

Penambahan minimal tiga dermaga baru diminta segera dilakukan untuk menampung tambahan 12 kapal, sehingga mengurai kepadatan tanpa bergantung pada pelabuhan alternatif seperti Ciwandan. Pemerintah diminta prioritaskan ini agar penyeberangan lebih lancar di 2026.

Next Post Previous Post