Ekonomi Indonesia Kuartal I-2026 Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen
Pemerintah Indonesia saat ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I‑2026 sekitar 5,5 persen (yoy), dengan beberapa pihak bahkan mengasumsikan kisaran 5,5–6 persen. Proyeksi ini melampaui asumsi pertumbuhan 5,4 persen yang tertuang dalam APBN dan mencerminkan optimisme atas momentum ekonomi yang terus berlanjut dari 2025.
Penopang utama pertumbuhan
Konsumsi domestik yang kuat, terutama didorong oleh penyaluran THR ASN, bonus hari raya untuk pekerja platform digital, dan konsumsi jelang Ramadan–Lebaran.
Belanja pemerintah yang dipercepat, dengan total belanja negara sekitar Rp809 triliun pada Kuartal I‑2026 untuk mendorong permintaan dan menjaga momentum pertumbuhan.
Hilirisasi dan investasi, termasuk proyek hilirisasi mineral, energi, dan pangan, yang diharapkan menambah lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.
Konteks kebijakan dan target
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan 2026 antara 5,4–5,6 persen, dengan Kuartal I‑2026 diharapkan menjadi titik awal yang kuat untuk mencapai atau bahkan melampaui target tersebut. Beberapa ekonom bahkan memproyeksikan pertumbuhan tahunan 2026 bisa berada di kisaran 4,9–5,7 persen, dengan Kuartal I‑2026 menjadi trimester terkuat dalam tahun ini.

