GAPKI Gunakan Serangga Tanzania Tingkatkan Produksi Sawit 15 Persen
GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) sedang menyiapkan penggunaan serangga penyerbuk asal Tanzania untuk mendongkrak produktivitas sawit Indonesia sekitar 10–15 persen.
Apa yang Terjadi?
GAPKI akan melepas serangga penyerbuk dari Afrika (Tanzania) ke kebun-kebun sawit anggota untuk membantu penyerbukan bunga sehingga pembentukan buah lebih sempurna.
Target kenaikan produksi yang disebutkan Ketua Umum GAPKI Eddy Martono adalah sekitar 10–15 persen, terutama dari peningkatan tingkat fruit set (pembentukan buah) di tanaman sawit.
Jenis Serangga yang Dipakai
Serangga yang dibawa merupakan kumbang penyerbuk khusus kelapa sawit dari genus Elaeidobius, yang memang berasal dari Afrika dan sangat spesifik pada tanaman sawit.
Tiga spesies yang disebutkan antara lain Elaeidobius kamerunicus, Elaeidobius plagiatus, dan Elaeidobius subvittatus, yang saat ini sedang dikembangbiakkan dan dipersiapkan untuk pelepasan terkontrol.
Alasan Bisa Naik 15 Persen
Di Afrika, serangga ini adalah penyerbuk alami kelapa sawit, sehingga efisiensi penyerbukannya jauh lebih tinggi dibanding hanya mengandalkan angin atau serangga lokal.
Pengalaman awal introduksi kumbang penyerbuk Afrika ke Asia Tenggara pada 1980‑an pernah meningkatkan keberhasilan pembentukan buah dari sekitar 40 persen menjadi 75 persen, dan kali ini GAPKI berharap bisa mengangkatnya minimal ke 85 persen.
Dampak dan Waktu Hasil
GAPKI menyebut dampak peningkatan produksi dapat mulai terlihat dalam waktu sekitar 6 bulan setelah serangga dilepas di area perkebunan.
Program ini diposisikan sebagai cara cepat meningkatkan produktivitas, terutama di kebun-kebun muda, sementara kebun tua tetap perlu diremajakan dengan benih unggul berproduktivitas tinggi.
Kalau kamu mau, aku bisa bantu bikin angle judul/artikel berita atau konten medsos berdasarkan topik ini (misalnya pro-kontra lingkungan, peluang cuan, atau aspek teknologinya).

