Garuda Indonesia Catat Rugi Bersih Rp 5,42 Triliun di 2025
Garuda Indonesia mencatat rugi bersih sekitar Rp5,4 triliun pada 2025, setara US$319,39 juta. Kerugian ini membengkak signifikan dari Rp1,18 triliun tahun sebelumnya, meski perusahaan mendapat suntikan dana dari Danantara.
Penyebab Utama
Pendapatan usaha turun 5,9% menjadi US$3,22 miliar akibat keterbatasan armada pada semester I/2025, dengan banyak pesawat menunggu perawatan.
Faktor lain termasuk fluktuasi kurs rupiah, biaya fixed cost tinggi, penurunan passenger yield, dan gangguan rantai pasok aviasi global.
Jumlah penumpang terkoreksi 10,5% menjadi 21,2 juta orang.
Perbaikan Armada
Garuda meningkatkan serviceable aircraft dari 84 menjadi 99 unit akhir 2025, meski masih ada 43 pesawat unserviceable.
Kas dan setara kas melonjak menjadi US$943,4 juta dari US$219,1 juta, berkat pinjaman pemegang saham Rp23,7 triliun.
Prospek 2026
Perusahaan optimis dengan 11 inisiatif transformasi, termasuk optimalisasi rute, revenue management, dan digitalisasi, menargetkan turnaround.
Target serviceable aircraft: 68 untuk Garuda dan 50 untuk Citilink akhir 2026.

