Harga Minyak Bisa Lampaui US$100 Jika Selat Hormuz Tertutup

 

Harga Minyak Bisa Lampaui US$100 Jika Selat Hormuz Tertutup

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah konflik dengan AS dan Israel berpotensi mendorong harga minyak dunia melampaui US$100 per barel. Selat vital ini mengalirkan 20-30% pasokan minyak global dari Arab Saudi, Irak, dan Iran.

Harga minyak Brent telah meroket 10% menjadi sekitar US$72-79 per barel sejak penutupan Selat Hormuz pada awal Maret 2026. Analis dari Goldman Sachs dan JPMorgan memperingatkan risiko gangguan pasokan hingga 13-20 juta barel per hari.

Jika penutupan berlangsung sebulan penuh, harga bisa tembus US$110 per barel, bahkan US$145 dalam skenario ekstrem menurut pengamat energi. Dampaknya meluas ke inflasi global, pelemahan rupiah di Indonesia, dan kenaikan harga BBM domestik.

Aspek

Dampak Saat Ini

Proyeksi Ekstrem

Harga Brent

Naik 10% ke US$79

US$100-145/barel

Pasokan Terganggu

20% ekspor Teluk Persia

Inflasi +2-5% global

Ekspor Iran

Turun 90%

Krisis energi Asia


Pemerintah Indonesia diminta siaga dengan cadangan strategis BBM, sementara investor disarankan diversifikasi ke aset alternatif. Perkembangan konflik akan menentukan volatilitas harga ke depan.


Next Post Previous Post