Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Pemerintah Kaji Ulang Anggaran Subsidi BBM
Harga minyak mentah dunia memang baru saja menembus kisaran di atas US$100 per barel pada awal pekan ini, dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah dan penutupan jalur distribusi krusial seperti Selat Hormuz, sehingga memicu gangguan pasokan dari beberapa produsen besar seperti Iran, Irak, Kuwait, dan UEA.
Lonjakan ini langsung menambah beban subsidi energi dalam APBN Indonesia, karena anggaran subsidi BBM awalnya dihitung dengan asumsi harga minyak jauh lebih rendah.
Dampak terhadap subsidi BBM
| (Foto Harga Minyak Dunia dari Oilprice.com) |
Sikap pemerintah saat ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum akan langsung menaikkan harga BBM bersubsidi meski minyak sudah di atas US$100 per barel, karena masih ada ruang fiskal dalam jangka pendek.
Langkah selanjutnya akan dievaluasi sekitar satu bulan ke depan: jika harga minyak tetap tinggi, pemerintah baru akan mempertimbangkan penyesuaian APBN, termasuk opsi penyesuaian harga BBM atau besaran subsidi.
Secara singkat, fluktuasi harga minyak global ini belum langsung mengubah harga BBM di SPBU, tapi memaksa pemerintah mengganti dan memangkas beberapa pos belanja negara agar subsidi BBM tetap terkendali dan defisit APBN tidak terlalu melebar.

