Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 4 Tahun, Tembus US$100

Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 4 Tahun, Tembus US$100

Harga minyak dunia memang sedang melonjak tajam, mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

 Brent Crude Oil baru saja ditutup di US$112,19 per barel pada Jumat (20/3/2026), naik 3,26% dari hari sebelumnya, sementara WTI AS berada di US$98,32 per barel.

Pemicu Utama

Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 4 Tahun, Tembus US$100
(Foto Harga Minyak Dunia dari oilprice.com)
Kenaikan ini dipicu oleh force majeure di ladang minyak Irak yang dikelola perusahaan asing, ditambah eskalasi perang Iran yang mengganggu pasokan melalui Selat Hormuz. 

Konflik AS-Israel dengan Iran sejak awal Maret telah mendorong harga tembus US$100 sejak 8 Maret, dengan puncak sementara di US$104 untuk Brent.

Dampak Ekonomi

Secara mingguan, Brent naik 8,8%, dan year-to-date sudah melonjak 84%, melebihi proyeksi awal. Di Indonesia, ini berisiko menaikkan harga BBM, tekan APBN (asumsi US$70/barel kini terlampaui), dan mendorong defisit anggaran hingga 3,6%.

Proyeksi

AS berencana tambah pasokan 140 juta barel untuk stabilisasi, tapi analis khawatir konflik berkepanjangan bisa dorong harga ke US$108 atau lebih. Harga real-time Brent kini di US$112,89, dengan high harian US$113,11.

 

Next Post Previous Post