Hitungan Mundur Idul Fitri 2026: Cek Berapa Hari Lagi dari 18 Maret?
Per Rabu, 18 Maret 2026, masyarakat Indonesia sudah memasuki fase “hitung mundur” menuju Idul Fitri 1447 H.
Tanggal tepatnya masih bersifat dugaan resmi, karena penentuan 1 Syawal dilakukan melalui sidang isbat setelah pengamatan hilal menjelang akhir Ramadan.
Beda hitungan pemerintah dan Muhammadiyah
Pemerintah (Kemenag / NU): Pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, termasuk Nahdlatul Ulama, memperkirakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jika menghitung dari tanggal 18 Maret 2026, maka tinggal 3 hari lagi sampai hari raya menurut skenario ini.
Muhammadiyah: Muhammadiyah mengeluarkan maklumat bahwa 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026 (dengan catatan, jika sky‑condition hilal sesuai perhitungan hisab). Artinya, dari 18 Maret 2026, Idul Fitri menurut versi Muhammadiyah tinggal 2 hari lagi.
Kenapa ada perbedaan?
Perbedaan tanggal ini muncul karena:
Pemerintah dan NU cenderung menggabungkan hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pemantauan hilal) lewat sidang isbat, sehingga rentang 1 Syawal bisa jatuh pada 20 atau 21 Maret tergantung hasil pengamatan.
Muhammadiyah umumnya berpegang kuat pada hisab hakiki taqwimi (perhitungan astronomis presisi), sehingga menetapkan tanggal lebih awal dan konsisten, dalam hal ini 1 Syawal 1447 H pada 20 Maret 2026.
Dampak praktis untuk Anda
Jika Anda mengikuti kalender resmi pemerintah, persiapan lebaran (belanja, libur kerja, cuti) biasanya disesuaikan dengan opsi 21 Maret sebagai Idul Fitri, jadi 18 Maret 2026 masih relatif luang untuk operasional hari‑ke‑hari.
Jika Anda mengikuti Muhammadiyah, Anda bisa mulai menyiapkan suasana lebaran sejak Kamis malam (19–20 Maret), karena shalat Idul Fitri dipandang digelar pada Jumat pagi, 20 Maret 2026.
Secara praktis, di Indonesia hari ini (18 Maret 2026) bisa dihitung tinggal 2–3 hari lagi menuju Idul Fitri 2026, tergantung organisasi atau imam masjid yang Anda ikuti.

